
“Apa ya, yang akan aku lakukan setelah lulus kuliah nanti?”
“Apakah ini benar-benar pekerjaan yang aku sukai?”
Hai, Socconians!
Ada yang sedang mengalami kebingungan seperti dua contoh kalimat di atas? Atau adakah yang sedang menerka-nerka bahwa dirinya saat ini sedang mengalami quarter life crisis? Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan quarter life crisis itu? Yuk, kita pahami lebih lanjut!
Quarter Life Crisis: Transisi Menjadi Dewasa
Quarter life crisis (QLC) merupakan salah satu krisis yang kerap dialami oleh individu berusia 20-an tahun atau termasuk dalam kelompok emerging adulthood atau dewasa awal. Menurut Arnett, emerging adulthood merupakan kelompok usia 18-25 tahun yang saat ini sedang mengalami transisi dari remaja menjadi dewasa. Pada tahapan ini, seseorang mulai meninggalkan ‘kebebasannya’ sebagai remaja, tetapi belum sepenuhnya memegang tanggung jawab dan kemandirian sebagai orang dewasa. Emerging adulthood merupakan tahapan yang ambigu ketika seseorang dihadapkan dengan adanya ketidakpastian dan perubahan peran yang signifikan dalam hidup mereka.
Nah, Socconians, secara lebih spesifik terdapat empat tahapan dalam QLC, yaitu:
Pentingnya Self-Purpose dalam Quarter Life Crisis
Dari penjabaran sebelumnya, kita dapat menyadari bahwa QLC memang salah satu fase krusial yang harus dilalui setiap orang ya, Socconians. Dalam membuat keputusan, memiliki tujuan dan menyadari self-purpose merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam emerging adulthood. Sakharova dalam penelitiannya menyatakan bahwa self-purpose merupakan nilai-nilai yang digunakan untuk menentukan pilihan, memberikan pandangan pada berbagai aspek kehidupan, serta memberikan arahan bagaimana seseorang harus bertindak. Self-purpose biasanya mulai terbentuk ketika remaja dan akan semakin terbentuk ketika memasuki usia dewasa, terutama berkaitan dengan pendidikan, karier, dan keluarga. Oleh sebab itu, memiliki self-purpose tentunya akan membantu pengembangan diri kita dalam melalui tahapan QLC.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika belum mengetahui dengan pasti apa yang menjadi self-purpose kita? Jangan khawatir, simak beberapa tips berikut ini!
Luangkan waktu untuk berefleksi dan melakukan berbagai kegiatan sosial untuk menyadari apa yang memberikan arti dalam hidup kita. Dengan menyadari hal-hal yang berarti dalam hidup, seseorang akan semakin memahami self-purpose dan menemukan cara untuk mengisi hidupnya dengan berbagai kegiatan yang dianggap bernilai, termasuk dalam hal mencari pekerjaan.
Pahami kemampuan, ketertarikan, dan bakat yang kita miliki selama ini. Dengan melakukan hal-hal yang membuat bahagia, seseorang dapat menciptakan perasaan positif dan mengubah passion yang dimilikinya menjadi self-purpose yang bermanfaat dan bernilai.
Terlibat dalam berbagai aktivitas yang belum pernah dilakukan dapat membantu menyadari apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan diri kita. Selain itu, kita juga dapat meminta pendapat dari orang lain untuk mengetahui hal ini ya, Socconians. Dengan berfokus pada area yang menjadi kekuatan, kita dapat semakin mudah dalam menentukan apa yang ingin kita lakukan dalam hidup. Selain itu, kita juga dapat terlibat dalam berbagai aktivitas pengembangan diri untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang kita miliki saat ini.
Nah, Socconians, semoga artikel di atas dapat membantu pegembangan diri dan menyadari apa yang menjadi self-purpose kita, ya! Tentunya bukan hal yang instan dan membutuhkan proses dalam memahaminya. Dengan mengetahui apa yang menjadi self-purpose, kita akan semakin siap dalam menghadapi QLC.
ReferensiPenulis: Servasia Petra Rosari Yusandani
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Fadilla M. Aulia, S.Psi
Editor Tata Bahasa: Muhammad Ridwan dan Hafiza Dina Islamy
Sumber Tulisan :
