• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Memulihkan Gangguan Kesehatan Mental dengan Terapi Menulis

by Audrey Aulivia

Halo, Socconians!

Socconians, tahukah kamu, menulis selain menjadi salah satu cara self-improvement, juga dapat membantu proses pemulihan pada gangguan kesehatan mental.

Menulis Membantu Proses Pemulihan Gangguan Kesehatan Mental

Menulis sering kali digunakan sebagai media untuk berbagi cerita dan bertukar pikiran dengan orang lain secara tidak langsung. Namun, menulis juga dapat menjadi terapi, loh! Menuangkan secara ekspresif perasaan terpendam, kejadian traumatis, dan emosi yang dirasakan dalam bentuk tulisan dapat menurunkan tingkat stres dan perasaan tertekan yang dirasakan oleh penggunanya. Selain itu, menuangkan cerita dalam bentuk tulisan dapat membantu penderita gangguan kesehatan mental, seperti schizophrenia, depresi, dan stres menjaga emosi tetap stabil.

Menuangkan cerita melalui terapi menulis diketahui memiliki banyak dampak positif dibanding bercerita secara lisan, loh, Socconians! Diketahui bahwa terapi menulis dapat mendorong pertumbuhan pribadi, melatih ekspresi kreatif, munculnya perasaan berdaya, dan memiliki kendali atas kehidupan penggunanya.

Socconians, menulis juga membantu proses pemulihan karena memaksa kita untuk berpikir dan lebih memaknai hal yang terjadi sehingga kita dapat mencerna suatu kejadian dengan lebih baik. Hal ini pada akhirnya akan menimbulkan penerimaan diri terhadap kejadian yang telah terjadi.

Empat Hal yang dapat Ditulis untuk Membantu Memulihkan Gangguan Kesehatan Mental.

  1. Cobalah menulis jurnal rasa syukur

Tulis hal-hal baik apa saja yang sudah dilalui hari ini dengan rasa syukur. Kamu juga dapat memulai jurnal rasa syukur dengan menuliskan hal-hal baik yang terjadi dimasa lalu.

  1. Cobalah menulis karangan atau cerita tentang pengalaman yang membekas.

Tidak perlu menyimpan amarah, cinta, dan kesedihan dalam pikiran pada saat yang bersamaan meski sulit untuk tidak memikirkannya. Cobalah untuk menuliskannya karena hal itu merupakan cara terbaik untuk menerima segala situasi rumit daripada mencoba menyederhanakannya menjadi sesuatu yang sebenarnya bukan.

  1. Cobalah menulis sebuah cerita perjuangan dalam melawan semua perjalanan hidup yang dialami

Bercerita tentang pengalaman melewati proses pemulihan gangguan kesehatan mental yang diderita hingga pulih kembali atau tentang proses yang dijalani dalam mencapai cita-cita yang diinginkan hingga akhirnya tercapai dapat menjadi motivasi agar tetap semangat berjuang. Tanpa disadari, tulisanmu dapat menularkan semangat dan menjadi inspirasi orang lain agar tidak putus asa dan mudah menyerah.

  1. Buatlah puisi meskipun puisinya tidak begitu bagus

Banyak bentuk tulisan yang bisa dibuat untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman yang dirasakan. Salah satunya adalah puisi. Buatlah puisi dengan menggunakan metafora untuk menggambarkan perasaan yang kamu rasakan. Tidak apa jika puisi buatanmu belum begitu bagus, yang terpenting kamu dapat mengekspresikan perasaanmu dengan baik!

Socconians, menulis juga dapat menciptakan perasaan senang, loh! Menuangkan cerita dalam bentuk tulisan tidak hanya membuat penggunanya merasa lebih tenang, tetapi juga menciptakan perasaan senang dan bahagia sehingga penggunanya dapat hidup lebih baik. Yuk, mulai menulis!

Referensi

Penulis: Audrey Aulivia Wiranto

Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi

Editor Medis: Sherly Deftia A., S,Ked

Editor Tata Bahasa: Dian Rotua Damanik dan Shinta

Sumber Tulisan

  1. Ackerman, Courtney E. (2020). “Writing Therapy: Using A Pen and Paper to Enhance Personal Growth”. Diakses pada tanggal 10 Desember 2020 dari situs web https://positivepsychology.com/writing-therapy/
  2. Griffith, M. (2020, June 23). “4 Ways Writing Can Help with Recovery from Mental Illness, HealthyPlace”. Diakses pada tanggal 8 November 2020 dari situs web https://www.healthyplace.com/blogs/recoveringfrommentalillness/2020/6/4-ways-writing-can-help-with-recovery-from-mental-illness
  3. King. R, Nielsen. P and White, E. (2012). “Creative Writing in Recovery from Severe Mental Illness”. Diakses pada tanggal 8 November 2020 dari situs web https://www.researchgate.net/publication/233847942_Creative_writing_in_recovery_from_severe_mental_illness
  4. Pennebaker, James W. “Telling Stories: The Health Benefits of Narrative.” Literature and Medicine 19.1 (2000): 3–18
  5. Robinson, K. M. (2017). “How Writing in a Journal Helps Manage Depression”. Diakses pada tanggal 8 November 2020 dari situs web https://www.webmd.com/depression/features/writing-your-way-out-of-depression#1
  6. Ruggieri, A. (2016). “How Writing About Schizophrenia Led to Hope and Recovery”. Diakses pada tanggal 8 November 2020 dari situs web https://www.everydayhealth.com/news/how-writing-about-schizophrenia-led-hope-recovery/
  7. Samsuddin, Mohd Riddwan. (2018). “Terapi Menulis dalam Meningkatkan Self Confidence Seorang Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya”. Diakses pada tanggal 10 Desember 2020 dari situs web https://core.ac.uk/download/pdf/151617431.pdf

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.