
Halo, Socconians!
Socconians, tahukah kamu, menulis selain menjadi salah satu cara self-improvement, juga dapat membantu proses pemulihan pada gangguan kesehatan mental.
Menulis Membantu Proses Pemulihan Gangguan Kesehatan Mental
Menulis sering kali digunakan sebagai media untuk berbagi cerita dan bertukar pikiran dengan orang lain secara tidak langsung. Namun, menulis juga dapat menjadi terapi, loh! Menuangkan secara ekspresif perasaan terpendam, kejadian traumatis, dan emosi yang dirasakan dalam bentuk tulisan dapat menurunkan tingkat stres dan perasaan tertekan yang dirasakan oleh penggunanya. Selain itu, menuangkan cerita dalam bentuk tulisan dapat membantu penderita gangguan kesehatan mental, seperti schizophrenia, depresi, dan stres menjaga emosi tetap stabil.
Menuangkan cerita melalui terapi menulis diketahui memiliki banyak dampak positif dibanding bercerita secara lisan, loh, Socconians! Diketahui bahwa terapi menulis dapat mendorong pertumbuhan pribadi, melatih ekspresi kreatif, munculnya perasaan berdaya, dan memiliki kendali atas kehidupan penggunanya.
Socconians, menulis juga membantu proses pemulihan karena memaksa kita untuk berpikir dan lebih memaknai hal yang terjadi sehingga kita dapat mencerna suatu kejadian dengan lebih baik. Hal ini pada akhirnya akan menimbulkan penerimaan diri terhadap kejadian yang telah terjadi.
Empat Hal yang dapat Ditulis untuk Membantu Memulihkan Gangguan Kesehatan Mental.
Tulis hal-hal baik apa saja yang sudah dilalui hari ini dengan rasa syukur. Kamu juga dapat memulai jurnal rasa syukur dengan menuliskan hal-hal baik yang terjadi dimasa lalu.
Tidak perlu menyimpan amarah, cinta, dan kesedihan dalam pikiran pada saat yang bersamaan meski sulit untuk tidak memikirkannya. Cobalah untuk menuliskannya karena hal itu merupakan cara terbaik untuk menerima segala situasi rumit daripada mencoba menyederhanakannya menjadi sesuatu yang sebenarnya bukan.
Bercerita tentang pengalaman melewati proses pemulihan gangguan kesehatan mental yang diderita hingga pulih kembali atau tentang proses yang dijalani dalam mencapai cita-cita yang diinginkan hingga akhirnya tercapai dapat menjadi motivasi agar tetap semangat berjuang. Tanpa disadari, tulisanmu dapat menularkan semangat dan menjadi inspirasi orang lain agar tidak putus asa dan mudah menyerah.
Banyak bentuk tulisan yang bisa dibuat untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman yang dirasakan. Salah satunya adalah puisi. Buatlah puisi dengan menggunakan metafora untuk menggambarkan perasaan yang kamu rasakan. Tidak apa jika puisi buatanmu belum begitu bagus, yang terpenting kamu dapat mengekspresikan perasaanmu dengan baik!
Socconians, menulis juga dapat menciptakan perasaan senang, loh! Menuangkan cerita dalam bentuk tulisan tidak hanya membuat penggunanya merasa lebih tenang, tetapi juga menciptakan perasaan senang dan bahagia sehingga penggunanya dapat hidup lebih baik. Yuk, mulai menulis!
ReferensiPenulis: Audrey Aulivia Wiranto
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Sherly Deftia A., S,Ked
Editor Tata Bahasa: Dian Rotua Damanik dan Shinta
Sumber Tulisan
