• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Peran Serta Orang Tua Menghadapi Gagap pada Anak

by Yara Cantika

Salam, Socconians!

Social Connect sadar banget nih, salah satu hal yang menjadi momok tersendiri bagi bagi orang tua adalah perkembangan kemampuan berbicara. Jadi, kali ini Social Connect akan membahas tentang stuttering atau gagap pada anak. Gimana sih cara menghadapi gagap pada anak sebagai orang tua? Baca yuk! Ini untuk kesehatan mental si kecil juga nantinya.

Apa itu Stuttering atau Gagap?

Stuttering atau gagap adalah suatu bentuk disfluensi atau ketidaklancaran berbahasa  berupa gangguan aliran respons bicara yang dapat menyebabkan gangguan komunikasi. Kelainan bicara ini dapat berupa pengulangan seluruh kata (“apa-apa-apa ini” atau “aa-aa-apa ini”), perpanjangan suara (“aaappa ini”), atau blok suara komplit (“a----pa ini”). Nah, gagap biasanya muncul antara usia 2—4 tahun, sehingga anak-anak menyumbang sebanyak 8% hingga 11% kasus gagap.

Sebenarnya kejadian disfluensi merupakan hal wajar pada anak-anak. Faktanya 5% dari anak-anak dapat memperlihatkan disfluensi yang biasa terjadi antara usia 2,5 hingga 5 tahun. Kebanyakan disfluensi ini menghilang setelah periode waktu yang cukup singkat. Namun, pada beberapa kasus disfluensi ini bertahan dan menjadi gagap.

Socconians, kalau anak kita sudah berusia 5 tahun dan masih gagap, segeralah berkonsultasi dengan dokter ataupun ahli terapi wicara. Berikut Social Connect sebutkan tanda-tanda untuk mengenali gagap sedini mungkin.

Tanda-tanda Stuttering atau Gagap pada Anak

  1. Anak menghindari situasi yang membutuhkan berbicara.
  2. Mengganti kata yang akan digunakan karena takut akan gagap.
  3. Memperlihatkan pergerakan wajah (tics) atau tubuh yang berbeda ketika gagap.
  4. Sering mengulang seluruh kata atau kalimat secara konsisten.
  5. Sering mengulang pengucapan suku kata.
  6. Ketegangan berbicara sehingga suara bernada lebih tinggi ataupun keras.

Cara Menghadapi Gagap Pada Anak

  1. Sering Komunikasi dengan Anak

Orang tua harus membangun komunikasi erat dengan anak, tujuannya agar anak tidak merasa segan bercerita, menstimulasi anak untuk mau berbicara dan mendukung perkembangan personal-sosial anak. Bisa dimulai dari meminta anak bercerita setiap hari.

  1. Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Percaya diri sangat penting bagi anak, hal ini dapat diperoleh dengan membentuk konsep diri. Konsep diri adalah kemampuan seseorang untuk mengenali diri sehingga sanggup mengendalikan emosi dengan baik. Hal ini dapat membuat anak bereaksi tanpa menyakiti orang lain. Jadi, anak akan lebih kuat dan bijak dalam menghadapi reaksi sosial terhadap kondisi gagapnya.

  1. Kembangkan Bakat yang Dimiliki Anak

Bakat akan membuat anak merasakan terdapat nilai lebih pada dirinya. Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua menemukan dan mendukung bakat-bakat yang anak miliki. Hal ini juga dapat membuktikan bahwa penyandang gagap dapat berdaya dan berkarya.

  1. Tanamkan Rasa Berani dan Tangguh

Ajarkan rasa berani pada anak sebagai contoh sederhana mintalah anak untuk berdiri tegak dan menegakkan kepala saat menghadapi orang lain dan tidak membiarkan orang lain memperlakukan dirinya seenaknya. Tanamkan pada diri anak bahwa ia sangat berharga.

Gimana, Socconians? Social Connect berharap kamu tidak perlu khawatir lagi dan siap menghadapi kondisi gagap pada anak. Pesan Social Connect, hal yang paling penting sebagai orang tua adalah selalu ada dan mendukung anak dalam tiap langkahnya. Jadi Socconians, yuk segera kita terapkan saran-saran ini!

Referensi

Penulis: Yara Cantika

Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi

Editor Medis: Fadilla M. Aulia, S.Psi

Editor Tata Bahasa: Servita Ramadhianti dan Finda Rhosyana

Sumber Tulisan

  1. Coleman, Craig. (2016). Stuttering in Toddlers & Preschoolers: What’s Typical, What’s Not?. Diakses dari laman https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Stuttering-in-Toddlers-Preschoolers.aspx pada 17 Oktober 2020.
  2. Hartnett, J. K. (2019). Stuttering. Diakses dari laman https://kidshealth.org/en/parents/stutter.html pada 17 Oktober 2020.
  3. Khotimah, K., & Siti Sarah A. S. (2020). Parenting Sukses : Menghadapi Bully Teman Bagi Anak Gagap. FKIP Universitas Slamet Riyadi. 1-10.
  4. Randita, A. B. T., Stuttering: Memahami Gagap dari Studi terkini. CIMSA x ISC. 1-4.

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.