
Hi, Socconians!
Kalian harus tahu kalau Gangguan Obsesif Kompulsif atau yang biasa kita kenal dengan sebutan OCD adalah suatu gangguan kesehatan mental berupa kecemasan ketika orang tersebut memiliki pikiran berlebihan (obsesi) dan melakukan perilaku tertentu secara berulang-ulang. Hal ini seperti mencuci tangan, memeriksa barang, atau membersihkan sesuatu secara berulang-ulang hingga mengganggu rutinitas sehari-hari. Perilaku repetitif tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi rasa cemas yang dipicu oleh perasaan tertekan akibat pikiran obsesif yang dimiliki secara intens pada seseorang. OCD dapat memengaruhi individu dari segala usia dan latar belakang, lho, Socconians!
Selain OCD, ada yang namanya OCPD. OCPD atau Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif merupakan gangguan kepribadian ketika seseorang memiliki pemikiran yang terpaku pada keteraturan, kesempurnaan, kontrol mental, dan kontrol interpersonal, dengan mengorbankan fleksibilitas, keterbukaan, dan efisiensi. Orang dengan OCPD sangat fokus pada detail demi tercapainya kesempurnaan atau perfeksionisme.
Lalu, bagaimana gejala serta ciri-ciri yang biasanya dimiliki oleh seseorang dengan OCD atau OCPD?
Gejala serta Ciri-Ciri Penderita OCD dan OCPD
Para penderita OCD biasanya mengalami hal-hal berikut.
Di sisi lain, orang dengan OCPD mengalami hal-hal seperti:
Perbedaan OCD vs OCPD
Pada dasarnya, orang OCD dan OCPD sama-sama memiliki pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Namun, OCD lebih merujuk pada bentuk gangguan kecemasan yang dialami karena adanya obsesi terhadap hal tertentu. Di sisi lain, OCPD mengacu pada gangguan kepribadian yang bersifat menyeluruh dan merujuk pada segala aspek hidupnya, di mana terdapat kebutuhan untuk segalanya terkendali dan terpenuhi secara sempurna (perfeksionis).
Individu dengan OCD menyadari bahwa obsesi atau pikiran yang berlebihan tidak masuk akal, tetapi mereka tidak mampu mengendalikan pemikiran tersebut. Bahkan, individu dengan OCD berusaha untuk menghentikan pikiran atau obsesi tersebut, tetapi tidak dapat dihentikan. Individu dengan OCD menyadari bahwa perilaku kompulsif yang dilakukan berulang-ulang untuk mengurangi kecemasannya sudah sangat mengganggu rutinitas sehari-hari. Di sisi lain, individu dengan OCPD tidak menyadari bahwa perilaku dan kepribadian yang menginginkan kesempurnaan dapat mengganggu rutinitas ataupun memberikan dampak pada hubungan mereka dengan orang lain. Individu dengan OCPD memiliki standar yang terlalu tinggi (perfeksionis), menurut mereka, pemikiran dan perilakunya sudah yang paling tepat. Biasanya, ketika individu dengan OCPD bercerita dengan psikolog atau psikiater, mereka lebih berfokus pada perilaku orang lain yang tidak pernah bisa mengikuti standar kesempurnaan yang mereka harapkan.
Obsesi yang dirasakan pada orang dengan OCD disadari sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan dan membuat individu tersebut merasa cemas berlebihan. Sebaliknya, orang dengan OCPD menikmati waktu-waktu ketika mereka harus mengerjakan, mengatur, menyusun, dan menyempurnakan sesuatu secara detail, meskipun menghabiskan banyak waktu.
Orang dengan OCD melakukan perilaku secara berulang (kompulsif) sebagai upaya untuk meringankan rasa kecemasan dan obsesi yang dirasakan. Namun, alasan orang dengan OCPD melakukan sesuatu secara fokus, teratur, dan mendetail adalah sebagai bentuk mereka untuk meningkatkan efisiensi aktivitas demi mencapai kesempurnaan.
Nah, meskipun kita telah mengetahui perbedaan OCD dan OCPD, tetapi yang boleh mendiagnosis seseorang memiliki OCD atau OCPD hanya tenaga ahli medis yang memang memiliki kemampuan pada bidang tersebut. Berkonsultasi dengan tenaga medis profesional merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai dengan gejala yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu, jika Socconians merasa berada dalam kondisi tersebut atau mengenal seseorang mengalami situasi seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk meminta bantuan dari para profesional ya, Socconians!
ReferensiPenulis: Rizfa Putri Khainayya
Editor-in-Chief: Kabrina Rian
Editor Medis: Astridiah Primacita Ramadhani, S.Psi
Editor Tata Bahasa: Finda Rhosyana
Sumber Tulisan :
Hertler, S. C. (2013). Understanding Obsessive-Compulsive Personality Disorder: Reviewing the Specificity and Sensitivity of DSM-IV Diagnostic Criteria. SAGE Open, 1-10.
International OCD Foundation. (n.d.). About OCD. Retrieved from International OCD Foundation: https://iocdf.org/about-ocd/
(IOCDF), I. O. (2010). Obsessive Compulsive Personality Disorder (OCPD). PO Box 961029, Boston, MA 02196, 617.973.5801 : International OCD Foundation (IOCDF).
National Institute of Mental Health. (2019, October). Obsessive-Compulsive Disorder. Retrieved from National Institute of Mental Health: https://www.nimh.nih.gov/health/topics/obsessive-compulsive-disorder-ocd/index.shtml#part_145345
Owen Kelly, P. (2019, September 12). OCD vs. Obsessive Compulsive Personality Disorder. Retrieved from Very Well Mind: https://www.verywellmind.com/ocd-vs-obsessive-compulsive-personality-disorder-2510584
Tristan Gorrindo, M. R. (2017, July). What Is Obsessive-Compulsive Disorder Retrieved from American Psychiatric Association: https://www.psychiatry.org/patients-families/ocd/what-is-obsessive-compulsive-disorder
