
Hi, Socconians!
Kali ini Social Connect akan membahas mengenai permasalahan di dunia kerja yang dapat berpengaruh ke dalam kesehatan mental seseorang. Mungkin banyak di antara kita yang pernah merasa kurang maksimal dalam pekerjaannya karena disebabkan oleh kondisi lingkungan kerja yang tidak sehat atau toxic. Nah, dalam artikel ini, Socconians akan belajar mengenai tanda-tanda sebuah tempat kerja dapat disebut toxic atau tidak sehat, sekaligus akan mempelajari bagaimana langkah terbaik untuk menghadapinya.
Jadi, apa itu toxic workplace?
Toxic workplace mengacu pada kondisi yang membuat seseorang tidak dapat memaksimalkan dirinya ketika bekerja karena suasana negatif yang ada di tempat kerjanya, baik itu yang berasal dari budaya kerja, teman kerja, pimpinan di pekerjaannya, atau bahkan seluruh aspek dari suatu perusahaan. Secara lebih lanjut, kondisi ini biasanya identik dengan intensitas konflik interpersonal yang tinggi, kurangnya otonomi yang diberikan atasan kepada bawahannya, dan tingkat kekacauan yang tinggi sehingga menimbulkan banyak masalah bagi pekerja dan organisasi. Meski demikian, toxic workplace tidak hanya berpengaruh terhadap produktivitas kerja, namun kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.
Salah satu dampak terburuk dari toxic workplace adalah kondisi ini mampu membuat seseorang untuk memiliki pikiran negatif yang berlebihan terkait pekerjaannya. Akibatnya, seseorang akan lebih disibukkan untuk memikirkan hal-hal yang mengganggu pikirannya, seperti pertanyaan terkait apa yang sebenarnya salah dari dirinya, kenapa selalu didiskriminasi, dan berbagai pertanyaan lain yang membuat seseorang menjadi kurang produktif dalam pekerjaannya. Apabila hal ini terus menerus terjadi, orang tersebut lebih rentan untuk mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi dan insomnia.
Apa yang bisa disebut sebagai toxic workplace?
Pada dasarnya ada banyak sekali tanda yang mengindikasikan bahwa sebuah tempat kerja cenderung toxic atau tidak sehat, dimana biasanya hal ini juga berkaitan erat dengan bagaimana hubungan seseorang dengan orang lain atau rekan di tempat kerja. Beberapa tanda yang bisa kamu curigai bahwa lingkungan kerjamu adalah toxic workplace di antaranya:
Sebenarnya masih banyak lagi tanda yang dimiliki sebuah tempat kerja yang tidak sehat. Meski demikian, secara umum, semuanya akan membuat seseorang merasa kurang produktif, hingga mulai memengaruhi kesehatan mental maupun fisik orang tersebut.
Bagaimana tips untuk menghadapi toxic workplace?
Apabila diantara Socconians merasa ada yang sedang menghadapi kondisi semacam ini, hal pertama yang perlu dilakukan dalam menghadapi toxic workplace adalah dengan menyadari bahwa kamu bukanlah sumber dari permasalahan yang ada. Jangan sampai kamu menyalahkan dirimu sendiri hingga membuat seluruh aspek kehidupanmu terganggu. Selain itu, ada beberapa tips yang mungkin dapat membantumu menghadapi kondisi semacam ini, seperti:
Kesimpulan
Selain dapat berpengaruh pada kehidupan profesional kita, toxic workplace juga dapat mengganggu kesehatan mental kita. Oleh karena itu, kita perlu mengidentifikasi dahulu sumber permasalahan yang ada dan berhenti menyalahkan diri sendiri dalam menghadapi kondisi toxic workplace. Selain itu, kita juga perlu mencari lingkungan yang mendukung di tempat kerja, serta mencari alternatif kesibukan lain yang dapat memecah fokus kita ke hal-hal yang lebih positif.
Itulah tadi penjelasan singkat dari Social Connect mengenai toxic workplace. Harapannya, Socconians sudah paham ya langkah untuk menghadapi hal semacam ini ketika harus dihadapkan pada kondisi yang serupa. Kalau kamu merasa artikel ini berguna, jangan lupa bagikan artikel ini ke orang-orang di sekitarmu, ya!
ReferensiPenulis: Afif Muflih
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Astridiah Primacita Ramadhani, S.Psi
Editor Tata Bahasa: Indah Riadiani dan Sulistia Ningsih
Sumber Tulisan :
