• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Beda Dampak OCD dan Anxiety dalam Pekerjaan

by Felix Prilianto Kurniawan

Halo, Socconians!

Sebagai manusia tentu kita pernah merasa cemas, mungkin saat memulai pekerjaan baru atau saat menunggu hasil ujian. Namun, apabila rasa cemas yang dirasakan terlalu berlebih dan bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, ini ternyata adalah salah satu gejala dari gangguan kecemasan. Kali ini kita akan membahas dua tipe gangguan kecemasan serta dampaknya terhadap pekerjaan apabila tidak ditangani dengan baik.

Socconians pernah dengar gak tentang Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dan Generalized Anxiety Disorder (GAD)? OCD adalah gangguan kecemasan yang ditandai oleh rasa cemas berlebih yang berkepanjangan tentang satu hal (obsesi) dan dorongan untuk melakukan ritual tertentu sebagai upaya untuk mengatasi rasa cemas tersebut (kompulsi). Sedangkan GAD merupakan gangguan kecemasan yang berlebih terhadap banyak hal.

Seringkali orang-orang yang memiliki OCD dan GAD salah didiagnosis karena keduanya mempunyai kemiripan. Akan tetapi, sebenarnya kedua gangguan kecemasan ini juga mempunyai beberapa perbedaan mendasar, lho! Apa saja perbedaan antara OCD dan GAD? Secara umum, ada tiga perbedaan antara OCD dan GAD, yaitu:

  1. Konten dari Kecemasan

Orang-orang yang memiliki GAD umumnya merasakan kecemasan berlebih akan hal-hal umum dalam hidup, seperti pekerjaan, keluarga, hubungan, kesehatan dan keuangan. Sebagai contoh, kecemasan yang dialami orang-orang dengan GAD bisa saja seperti kerugian besar dalam investasi yang diambil, dipecat dari pekerjaan, atau takut kehilangan teman.

Sementara itu, kecemasan yang dialami orang-orang dengan OCD seringkali berhubungan dengan hal-hal yang tidak umum. Contohnya seperti kecemasan terkontaminasi kuman saat menyentuh barang tertentu atau kecemasan bahwa dirinya akan mengalami kemalangan atau mengakibatkan kemalangan bagi orang lain.

  1. Kelekatan dengan Sebuah Kecemasan

Orang-orang yang memiliki GAD tidak hanya fokus pada satu kecemasan, melainkan berpindah dari satu kecemasan ke kecemasan lainnya. Misalnya, dalam satu hari mereka bisa mencemaskan tentang keuangan, pekerjaan, dan keluarga. Jadi, secara umum kecemasan yang dirasakan orang-orang dengan GAD tidak melekat untuk waktu yang terlalu lama, tetapi memiliki banyak kecemasan dalam sehari dan terkadang mengakibatkan seseorang dengan GAD merasa kewalahan atau overwhelmed. Hal ini berbeda dengan yang dialami oleh orang-orang yang memiliki OCD. Kecemasan yang mereka rasakan terfokus pada satu hal dan melekat untuk waktu yang lama.

  1. Dorongan untuk Melakukan Ritual

Salah satu cara untuk mengetahui seseorang memiliki gangguan OCD adalah dengan melihat apakah orang itu memiliki dorongan untuk melakukan ritual tertentu sebagai upaya untuk mengatasi kecemasannya. Ritual ini bisa berupa hal-hal yang terlihat atau yang berlangsung di dalam pikiran. Beberapa contoh ritual yang dimaksud adalah kecenderungan untuk mengulang beberapa tindakan dengan jumlah tertentu seperti mencuci tangan, mengecek hal tertentu, menyentuh barang, atau hal yang terjadi dalam pikiran seperti menghitung langkah atau mengulang kata / frase tertentu. Hal ini tidak dialami oleh orang dengan gangguan GAD.

Kedua gangguan kecemasan ini juga memiliki dampak yang berbeda pada pekerjaan. Kecemasan GAD lebih mengarah pada hal-hal umum, sehingga dampak yang timbul bisa dalam bentuk:

  1. Sering terlambat
  2. Susah berkonsentrasi atau fokus
  3. Sering melupakan sesuatu (pelupa)

Walaupun dampak di atas juga terjadi pada orang dengan OCD, tetapi ada juga dampak yang lebih parah seperti:

  1. Kesulitan untuk berada di sekitar orang lain
  2. Kesulitan untuk berbagi ruang / lingkungan kerja
  3. Butuh waktu lebih untuk menyelesaikan tugas dikarenakan kebutuhan untuk melakukan ritual tertentu

Apakah penting untuk mengetahui perbedaan antara dua kondisi ini? Tentu saja penting, karena hanya dengan diagnosa yang benar orang-orang yang mengalami OCD atau GAD akan bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan yang sesuai dapat membantu orang dengan OCD maupun GAD untuk dapat beraktivitas kembali dan juga menjaga performa kerja mereka. Apabila Socconians mengalami kecemasan yang berlebihan dan sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya jika Socconians mencari bantuan ke tenaga medis agar bisa mendapatkan penanganan sesuai ya!

( Referensi

Penulis: Felix Prilianto Kurniawan

Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi

Editor Medis: Keisha Alika Lie, BPsychSc

Editor Tata Bahasa: Dian Rotua Damanik dan Sulistia Ningsih

Sumber Pustaka :

  1. Arlin Cuncic. (2020). “How to Cope with Generalized Anxiety Disorder at Work”. Diakses dari laman verywellmind.com pada tanggal 25 September 2020.
  2. Marry Ellen Ellis. (2019). “Working With OCD When You Need to Succeed: Why Residential Treatment May Be the Answer You Need”. Diakses dari laman bridgestorecovery.com pada tanggal 3 September 2020.
  3. Sam Dylan Finch. (2019). “Crazy Talk: What is OCD and How Is It Different from Generalized Anxiety?”. Diakses dari laman healthline.com pada tanggal 3 September 2020.
  4. Tim Penulis Anxiety and Depression Association of America. (2020). “Generalized Anxiety Disorder (GAD)”. Diakses dari laman adaa.org pada tangal 25 September 2020.
  5. Tim Penulis OCD Center of Los Angeles. (2019). “OCD vs. GAD and How to Tell the Difference”. Diakses dari laman OCD Center of Los Angeles pada tanggal 3 September 2020.
  6. Tim Penulis Made of Millions. (2020). “Work and OCD”. Diakses dari laman madeofmillions.com pada tanggal 25 September 2020.

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.