
Halo, Socconians!
Sebagai manusia tentu kita pernah merasa cemas, mungkin saat memulai pekerjaan baru atau saat menunggu hasil ujian. Namun, apabila rasa cemas yang dirasakan terlalu berlebih dan bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, ini ternyata adalah salah satu gejala dari gangguan kecemasan. Kali ini kita akan membahas dua tipe gangguan kecemasan serta dampaknya terhadap pekerjaan apabila tidak ditangani dengan baik.
Socconians pernah dengar gak tentang Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dan Generalized Anxiety Disorder (GAD)? OCD adalah gangguan kecemasan yang ditandai oleh rasa cemas berlebih yang berkepanjangan tentang satu hal (obsesi) dan dorongan untuk melakukan ritual tertentu sebagai upaya untuk mengatasi rasa cemas tersebut (kompulsi). Sedangkan GAD merupakan gangguan kecemasan yang berlebih terhadap banyak hal.
Seringkali orang-orang yang memiliki OCD dan GAD salah didiagnosis karena keduanya mempunyai kemiripan. Akan tetapi, sebenarnya kedua gangguan kecemasan ini juga mempunyai beberapa perbedaan mendasar, lho! Apa saja perbedaan antara OCD dan GAD? Secara umum, ada tiga perbedaan antara OCD dan GAD, yaitu:
Orang-orang yang memiliki GAD umumnya merasakan kecemasan berlebih akan hal-hal umum dalam hidup, seperti pekerjaan, keluarga, hubungan, kesehatan dan keuangan. Sebagai contoh, kecemasan yang dialami orang-orang dengan GAD bisa saja seperti kerugian besar dalam investasi yang diambil, dipecat dari pekerjaan, atau takut kehilangan teman.
Sementara itu, kecemasan yang dialami orang-orang dengan OCD seringkali berhubungan dengan hal-hal yang tidak umum. Contohnya seperti kecemasan terkontaminasi kuman saat menyentuh barang tertentu atau kecemasan bahwa dirinya akan mengalami kemalangan atau mengakibatkan kemalangan bagi orang lain.
Orang-orang yang memiliki GAD tidak hanya fokus pada satu kecemasan, melainkan berpindah dari satu kecemasan ke kecemasan lainnya. Misalnya, dalam satu hari mereka bisa mencemaskan tentang keuangan, pekerjaan, dan keluarga. Jadi, secara umum kecemasan yang dirasakan orang-orang dengan GAD tidak melekat untuk waktu yang terlalu lama, tetapi memiliki banyak kecemasan dalam sehari dan terkadang mengakibatkan seseorang dengan GAD merasa kewalahan atau overwhelmed. Hal ini berbeda dengan yang dialami oleh orang-orang yang memiliki OCD. Kecemasan yang mereka rasakan terfokus pada satu hal dan melekat untuk waktu yang lama.
Salah satu cara untuk mengetahui seseorang memiliki gangguan OCD adalah dengan melihat apakah orang itu memiliki dorongan untuk melakukan ritual tertentu sebagai upaya untuk mengatasi kecemasannya. Ritual ini bisa berupa hal-hal yang terlihat atau yang berlangsung di dalam pikiran. Beberapa contoh ritual yang dimaksud adalah kecenderungan untuk mengulang beberapa tindakan dengan jumlah tertentu seperti mencuci tangan, mengecek hal tertentu, menyentuh barang, atau hal yang terjadi dalam pikiran seperti menghitung langkah atau mengulang kata / frase tertentu. Hal ini tidak dialami oleh orang dengan gangguan GAD.
Kedua gangguan kecemasan ini juga memiliki dampak yang berbeda pada pekerjaan. Kecemasan GAD lebih mengarah pada hal-hal umum, sehingga dampak yang timbul bisa dalam bentuk:
Walaupun dampak di atas juga terjadi pada orang dengan OCD, tetapi ada juga dampak yang lebih parah seperti:
Apakah penting untuk mengetahui perbedaan antara dua kondisi ini? Tentu saja penting, karena hanya dengan diagnosa yang benar orang-orang yang mengalami OCD atau GAD akan bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan yang sesuai dapat membantu orang dengan OCD maupun GAD untuk dapat beraktivitas kembali dan juga menjaga performa kerja mereka. Apabila Socconians mengalami kecemasan yang berlebihan dan sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya jika Socconians mencari bantuan ke tenaga medis agar bisa mendapatkan penanganan sesuai ya!
( ReferensiPenulis: Felix Prilianto Kurniawan
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Keisha Alika Lie, BPsychSc
Editor Tata Bahasa: Dian Rotua Damanik dan Sulistia Ningsih
Sumber Pustaka :
