
Halo, Socconians!
Stuttering atau lebih kita kenal dengan istilah gagap adalah gangguan komunikasi yang ditandai dengan adanya pengulangan atau perpanjangan suara, suku kata atau kata. Pada umumnya, seseorang dengan stuttering tahu apa yang ingin mereka sampaikan, tetapi kesulitan menyampaikan pemikiran mereka dengan lancar.
Gagap merupakan hal yang biasa terjadi pada anak-anak, umumnya di usia 2—6 tahun. Mengutip National Institute on Deafness and Other Communication Disorder (NIDCD), sekitar 75% dari anak-anak yang mengalami gagap dapat sembuh seiring berjalannya waktu, sedangkan 25% sisanya terus mengalami gagap seumur hidupnya.
Stuttering pada orang dewasa dapat memengaruhi rasa percaya diri. Kesulitan dalam berkomunikasi dapat memengaruhi kualitas hubungan interpersonal seseorang. Lebih lanjut gangguan ini juga bisa berdampak buruk dalam dunia kerja.
Berdasarkan penyebabnya, stuttering dibagi menjadi dua tipe, yakni developmental dan neurogenic.
Langkah-langkah Penanganan Stuttering
Nah, Socconians, setelah kita tahu apa saja penyebab stuttering, selanjutnya kita akan membahas cara mengatasi gangguan komunikasi ini. Untuk lebih jelasnya, berikut ini langkah-langkah penanganan stuttering menurut National Health Security.
Bagi anak dengan stuttering yang berusia kurang dari 5 tahun, cara ini kemungkinan besar akan disarankan oleh ahli terapi. Tipe terapi ini mendorong orang tua untuk fokus membuat perubahan di lingkungan anak, daripada cara anaknya berbicara.
Beberapa perubahan yang dapat dilakukan antara lain adalah:
a. Berbicara pada anak dengan tenang dan menggunakan tempo yang lebih pelan.
b. Biasakan untuk saling mendengarkan satu sama lain dalam keluarga.
c. Melakukan sesuatu yang mendorong anak dengan stuttering untuk lebih lancar dalam berbicara. Misalnya, ngobrol tentang apa yang kamu dan anak tersebut lakukan bersama, seperti bermain, memasak atau buku kesukaannya.
d. Tidak memotong dan mengkritisi ketika berbicara.
e. Membuat suasana rumah lebih rileks dan tenang.
Cara ini dilakukan berdasarkan konsep bahwa anak-anak cenderung akan gagap ketika mereka tidak mampu mengungkapkan apa yang mereka maksud. Hal tersebut disebabkan karena kemampuan komunikasi yang masih sangat terbatas dan masih dalam proses pembelajaran. Melalui terapi tidak langsung ini, anak-anak diharapkan tidak merasakan tekanan saat mereka berbicara.
Terapi langsung untuk anak berumur ****di bawah 5 tahun umumnya menggunakan The Lidcombe Program, yakni terapi yang dilakukan oleh orang tua anak stuttering. Namun tetap dalam bimbingan seorang ahli terapi bicara dan bahasa. Pada prinsipnya The Lidcombe Program dilakukan dengan cara memberikan masukan yang konsisten terhadap cara anak berbicara, tetapi dengan cara yang lebih memberi dukungan dan tidak menghakimi.
Terapi langsung untuk anak usia di atas lima tahun juga biasanya akan memperhitungkan aspek-aspek lain, seperti dampak sosial, emosional, dan psikologis dari stuttering. Maka dari itu, selain berfokus pada peningkatan kelancaran bahasa, mereka juga akan dibekali dengan pengetahuan tentang stuttering, diberikan kesempatan untuk berbagi cerita dengan orang lain yang juga mengalami stuttering, dan dibimbing untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Penanganan dengan cara ini tidak mengatasi gagap secara langsung, akan tetapi sangat membantu untuk mengatasi perasaan negatif yang dialami oleh mereka yang mengalami stuttering. Beberapa terapi yang biasa dilakukan untuk mengatasi efek psikologis dari stuttering di antaranya, Solution-focused Brief Therapy (SFBT), Personal Construct Therapy Neurolinguistic Programming (NLP), dan Cognitive Behavioural Therapy (CBT).
Penanganan menggunakan alat bantu bisa membuat beberapa orang lebih lancar berbicara. Alat ini biasanya akan dipasangkan di telinga, seperti alat bantu dengar. Meski demikian alat ini tidak berpengaruh untuk sebagian orang dan sulit digunakan dalam situasi-situasi tertentu. Beberapa alat yang dimaksud adalah:
a. Delayed Auditory Feedback (DAF), alat ini mengulang suara pemakainya beberapa detik setelah ia berbicara.
b. Frequency-shifted Auditory Feedback (FSAF), alat ini memutar kembali suara dalam frekuensi yang lebih rendah atau lebih tinggi.
c. DAF/FSAF, alat ini adalah kombinasi dari kedua alat di atas.
Nah, Socconians, itulah penyebab dan cara penanganan yang umumnya dipakai untuk mengatasi stuttering. Setelah membaca tulisan ini kamu bisa membagikan pengetahuanmu tentang gangguan bicara yang satu ini dan dapat mengambil sikap yang benar ketika bertemu dengan seseorang dengan stuttering.
ReferensiPenulis: Dzulfikar Najwan Jihad
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Keisha Alika Lie, BPsychSc
Editor Tata Bahasa: Servita Ramadhianti dan Finda Rhosyana
Sumber Tulisan
