
Halo, Socconians!
Belakangan ini kita sering dibuat prihatin atas berita kasus bullying atau perundungan yang bermunculan di media massa. Pelakunya kini bisa siapa saja, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja yang masih berseragam sekolah. Dari tahun 2011 sampai 2019, KPAI mencatat sebanyak 2.473 kasus perundungan pada anak yang terjadi di lingkungan pendidikan baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kasus perundungan yang mana pelaku dan korban sama-sama masih berusia belasan tahun ini mengakibatkan cedera fisik hingga mental, seperti depresi.
Remaja adalah individu dengan rentang usia 11 atau 12 tahun sampai masa remaja akhir atau awal usia 20-an. Meski sudah mulai beranjak dewasa, para remaja tetap membutuhkan bimbingan orang tua. Pola asuh orang tua di rumah ternyata berhubungan dengan perilaku perundungan pada remaja lho, Socconians. Remaja yang memiliki persepsi negatif tentang lingkungan keluarga secara implisit mengakui bahwa mereka kurang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menghadapi masalah sosial yang umum, salah satunya yaitu perundungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor protektif dari perilaku perundungan adalah pola asuh indulgent, sedangkan salah satu faktor risiko dari perilaku perundungan adalah pola asuh otoriter.
Dengan menerapkan pola asuh indulgent, orang tua menerima dan melibatkan remaja dalam proses pengambilan keputusan dalam keluarga, serta memiliki pola komunikasi yang baik dengan sang anak. Sebaliknya, pola asuh otoriter menerapkan sikap disiplin serta aturan yang ketat pada remaja dan cenderung menggunakan kekerasan atau ancaman baik secara fisik maupun verbal sebagai hukuman. Menjadi korban kekerasan dari pola asuh otoriter orang tua dapat menyebabkan remaja berisiko melakukan dan/atau menjadi korban bullying. Sebelum mengambil tindakan atas perilaku bullying yang dilakukan remaja, ada baiknya orang tua bersama-sama melakukan refleksi terkait pola asuh dan pengawasan yang diterapkan pada sang anak.
Orang tua dapat berperan dalam pencegahan perilaku bullying pada remaja dengan cara:
Sebagai harapan masa depan keluarga dan bangsa, tentunya sangat penting untuk menaruh perhatian lebih terhadap kasus perundungan yang menimpa anak dan remaja. Kita bisa memulainya dari hal terkecil, dari rumah, dengan menyadari pentingnya peran orang tua dan menerapkan pola asuh yang penuh kehangatan dan kasih sayang.
( ReferensiSumber Tulisan :
