
Hai, Socconians!
Tau gak, sih? Ternyata, antisosial juga merupakan salah satu kondisi gangguan mental yang dapat dialami oleh anak-anak, loh. Hmm.. kira-kira antisosial yang sering kita dengar tuh apa, sih, sebenarnya? Kali ini, Social Connect akan membantu Socconians untuk memahami lebih lanjut tentang antisosial dan beberapa cara untuk menghadapi anak dengan gangguan mental tersebut.
Perilaku antisosial adalah tindakan mengganggu yang ditandai dengan perilaku kasar yang terselubung dan terbuka serta agresi yang disengaja terhadap orang lain. Gangguan kepribadian antisosial, seperti gangguan kepribadian lainnya, adalah pola perilaku dan pengalaman lama yang mengganggu fungsi dan menyebabkan stres. Rupanya, antisosial ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, namun juga anak-anak. Berikut merupakan beberapa ciri anak yang mengalami gejala antisosial:
Jika anak mengalami salah satu atau beberapa ciri di atas, kemungkinan besar ia mengidap antisosial. Tapi tenang, Socconians! Kalau kamu menemui anak dengan gejala seperti yang telah disebutkan, jangan dulu panik atau justru malah menghindarinya. Terlebih jika kamu berperan sebagai orang tua, ada baiknya mengetahui cara-cara untuk memperlakukan mereka dengan tepat supaya setidaknya gejala tersebut dapat berkurang dan tidak bertambah parah. Tujuan paling penting dalam menangani perilaku antisosial adalah untuk mengukur dan mendeskripsikan perilaku bermasalah anak dan secara efektif mengajarinya berperilaku positif seperti yang seharusnya diterapkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan di antaranya adalah sebagai berikut:
Emosi merupakan hal yang dimiliki setiap orang, namun terkadang sulit untuk mengenali emosi apa yang sedang dirasakan. Mempelajari perasaan yang hadir ketika suasana hati berubah dapat membuat anak mengenali dirinya sendiri, sehingga lebih peka untuk mengetahui apa yang disukai dan tidak disukainya. Lewat pengendalian emosi itulah anak dapat meningkatkan kesadaran dirinya untuk mengontrol apa yang harus dilakukannya. Cara ini dapat dimulai dari lingkungan terkecil dan terdekat yaitu melalui interaksi dengan keluarga.
Social skill merupakan suatu kemampuan atau kompetensi individu yang penting dalam menjalin hubungan positif terhadap lingkungan. Melalui pelatihan keterampilan masalah sosial, anak dapat memilah dan melihat sendiri sikap dan hubungan positif seperti apa yang seharusnya ditunjukkan kepada sesama. Cara ini dapat dilakukan mulai dari membiasakan diri menjalin hubungan positif dengan teman di lingkungan sekitar.
Terapi keluarga atau konseling keluarga adalah bentuk perawatan yang dirancang untuk menangani masalah-masalah khusus yang mempengaruhi kesehatan dan fungsi sebuah keluarga. Terapi keluarga dapat dilakukan dengan memperkuat komunikasi antara anak dengan keluarganya terutama orang tua. Terapi keluarga cocok untuk orang yang tidak ingin dicampuri oleh pihak lain. Namun perlu ditekankan bahwa dalam terapi ini, orang tua memegang kendali besar atas anak sehingga mengharuskan orang tua memiliki pengetahuan mendasar tentang hal yang benar dan baik untuk dilakukan pada anak dengan gejala antisosial.
Hal yang mudah, bukan? Socconians dapat melakukan hal-hal di atas terlebih dahulu jika memang ragu untuk menentukan apakah anak mengalami gangguan antisosial atau tidak, ketika sudah menunjukkan salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya. Jika memang dirasa tidak bisa mengatasi seorang diri, langkah terbaik adalah bertemu dengan ahlinya. Jangan pernah takut untuk berkonsultasi terkait kesehatan mental ya, Socconians! Karena dengan menjaga kondisi mental yang sehat dapat membantu Socconians menikmati hidup dengan lebih berkualitas.
ReferensiPenulis: Mar’ah Niam Wafiroh
Editor-in-Chief: Kabrina Rian
Editor Medis: Pandhit Satrio Aji S.Psi
Editor Tata Bahasa: Indah Riadiani dan Glaniz Izza
Sumber Tulisan
