
Hai, Socconians!
Ketika memasuki usia dewasa, kita semakin banyak melewati kekecewaan di kehidupan kita, khususnya terhadap diri sendiri. Kita akan merasa tidak mempersiapkan pengembangan diri dengan sempurna, kehilangan ketertarikan dalam hidup atau merasa kehilangan waktu berharga. Hal ini karena kita mengalami rasa kecewa ketika kita memiliki ekspektasi terhadap suatu hal. Namun, hal itu berubah, tidak berjalan sesuai keinginan.
Selain itu, perasaan kecewa memengaruhi kesehatan mental. Hal ini merupakan suatu hal yang harus dihadapi setiap orang pada suatu titik di kehidupannya. Dari masalah-masalah ringan seperti rasa kecewa ini diperlukan kemampuan dalam self-management yang baik.
Mengenal Rasa Kecewa
Kekecewaan diartikan sebagai perasaan sedih atau tidak senang yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya harapan. Secara alami, rasa kecewa membuat kita merasa sedih, menyesal, cemas, dan sedih.
Ada banyak alasan mengapa kita merasa kecewa pada diri kita sendiri, pada orang lain atau pada sebuah situasi. Mungkin karena alasan sehari-hari yang kecil, seperti tidak menyelesaikan tugas tertentu. Mungkin juga karena alasan yang sangat besar, seperti hubungan yang tidak berjalan lancar.
Saat kita kecewa, kita cenderung berfokus pada hal yang mendasari rasa kecewa. Kita sampai bisa kehilangan semangat untuk mengubah keadaan. Kita lebih berfokus pada perasaan kehilangan hal yang tidak terwujud. Pada titik ini, dapat dikatakan bahwa kekecewaan telah mengganggu kesehatan mental kita. Kita dapat melihat kesamaan antara rasa kecewa dan kehilangan karena kehilangan merupakan bagian dari kekecewaan.
Menurut Hassler (dalam Tartakovsky, 2018), kekecewaan kamu mungkin merupakan hal terbaik yang pernah terjadi. Ini membuka peluang untuk penyembuhan masalah di masa lalu, mengubah cara hidup kita saat ini, dan menciptakan masa depan berdasarkan siapa kita, bukan seperti yang kita harapkan.
Cara Mengatasi Rasa Kecewa
Ketika kita mulai merasa kan tanda-tanda di atas, kita perlu mengetahui cara mengatasi rasa kecewa dengan memiliki kemampuan dalam self-management dengan beberapa cara berikut:
1. Mengelola emosi
Beri diri kita waktu untuk memproses perasaan kekecewaan karena kita membutuhkan waktu untuk pulih. Ketika kita mulai bisa mengakui perasaan, kita berarti menanggapi diri sendiri dan keadaan yang terjadi. Ini menunjukan bahwa kita sedang belajar untuk terbuka dari pengalaman yang mengecewakan.
2. Jangan mudah tersinggung
Kita mungkin siap mengakui perasaan dan keadaan yang kita alami. Kita mengatakan pada diri kita sendiri kita belum cukup baik untuk mendapatkan hal sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun terkadang tanpa kita sadari, justru kita menjadi lebih mudah tersinggung ketika orang lain mulai mengungkit masalah yang membuat kita kecewa. Dari sini, sebenarnya diperlukan kontrol emosi dalam menanggapi respons orang lain mengenai hal yang membuat kita kecewa. Dengan memiliki kontrol emosi, kita bisa lebih mudah menerima masukan dan bisa mendengar pandangan orang lain mengenai hal tersebut.
3. Melihat gambaran besar
Setelah kamu membiarkan diri kamu bersedih oleh kekecewaan, mulai meluangkan waktu untuk mencari tahu bagian mana yang tidak ada dalam kendali anda. Mulailah mengubah cara pandang dari “semua tentang aku” yang berarti kamu mempersempit cara pandang. Namun, jadikan kesempatan tersebut untuk melihat perspektif kehidupan secara lebih dalam, lebih luas, dan bermakna.
4. Tinjau ulang ekspektasi
Periksa ulang ekspektasi dan tujuan yang kita terapkan sebelumnya dan lihat apa yang kita pelajari selama proses keberjalanan. Dari sini kita dapat menerapkannya secara berbeda di masa depan.
Kekecewaan merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Cara kita mengatasi rasa kecewa tersebut yang menjadi penentu. Cara kita menghadapi kekecewaan sering dipengaruhi oleh pola asuh saat kecil, tapi kita dapat belajar melalui kemampuan self-management untuk menghadapi rasa kecewa itu secara sehat. Bila Socconians mulai merasa tidak bisa menghadapinya sendiri, segeralah mencari bantuan ahli.
ReferensiPenulis: Dzikrina Asri
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Pandhit Satrio Aji S.Psi
Editor Tata Bahasa: Zimi
Sumber Tulisan
