
Halo, Socconians!
Jika kamu memiliki teman atau orang dekat dengan gangguan bipolar, kamu harus paham kondisi tersebut bisa menjadi tantangan. Perilaku yang tidak menentu dan perubahan suasana hati yang ekstrem dapat menjadi hal yang sulit bagi orang dengan kondisi tersebut. Penting bagi orang dengan gangguan bipolar untuk memahami cara mengatasi kondisi mereka. Namun, penting juga bagi orang-orang terdekat mereka untuk mengetahui cara menyikapi saat kondisi ekstrem tertentu muncul.
Menurut Craddock dan Jones (1999), gangguan bipolar adalah gangguan patologis yang memengaruhi suasana hati yang ekstrem seperti kegembiraan ekstrem (mania) dan kesedihan ekstrem (depresif) yang biasanya juga disertai dengan gangguan dalam berpikir dan berperilaku. Gangguan bipolar menampilkan perubahan suasana hati yang ekstrem serta fluktuasi tingkat energi dan aktivitas yang dapat membuat kehidupan seseorang yang mengalaminya menghadapi kesulitan.
Selain mengalami perubahan suasana hati, orang dengan gangguan bipolar biasanya juga mengalami perubahan pada tingkat energi, aktivitas, pola tidur, dan perilaku sehari-hari lainnya. Gejala psikosis, seperti halusinasi atau delusi juga dapat terjadi selama episode suasana hati yang parah. Ini bisa menakutkan baik bagi orang dengan gangguan bipolar sendiri maupun bagi orang-orang di sekitarnya.
Ketika seseorang didiagnosa terkena penyakit fisik, orang-orang akan cepat menunjukkan dukungan dan memberi bantuan. Sayangnya, hal ini biasanya tidak terjadi ketika seseorang didiagnosa dengan gangguan mental, apalagi bipolar. Hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan orang-orang tentang bagaimana cara mereka bisa membantunya. Sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan bantuan untuk orang dengan penyakit fisik. Ada cara-cara sederhana yang bisa dilakukan seperti berikut:
1. Belajar tentang gangguan bipolar
Pelajari semua hal yang kamu bisa tentang gejala dan pilihan perawatan pada gangguan bipolar. Semakin banyak hal yang diketahui tentang gangguan bipolar, semakin baik dan besar pula kamu dapat membantu. Misalnya, memahami gejala manik **dan depresi dapat membantu kamu untuk bereaksi dengan tepat selama perubahan suasana hati parah sedang terjadi.
2. Menjadi pendengar yang baik
Kamu tidak perlu selalu memberikan jawaban atau saran untuk membantu. Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan bagi seseorang dengan gangguan bipolar, terutama saat mereka ingin berbicara tentang tantangan yang mereka hadapi. Perilaku yang bisa dicoba ialah aktif memperhatikan apa yang mereka katakan, tetap tenang selama percakapan, menghindari perbedaan argumen, dan jauhi topik yang membuat mereka jengkel atau frustrasi.
3. Selalu ada saat dibutuhkan
Untuk orang dengan gangguan bipolar, mereka bisa merasa seperti seluruh dunia menentang dirinya. Meyakinkan orang tersebut kamu berada di sisinya dapat membantu mereka merasa lebih stabil. Orang dengan gangguan bipolar juga bisa merasa tidak berharga atau putus asa. Sehingga menegaskan kekuatan dan hal positif pada dirinya dapat membantu mereka pulih dari episode depresi dengan lebih mudah. Memberitahu kamu akan selalu mendukung pun bisa amat membantu.
4. Aktif saat perawatan berlangsung
Perawatan untuk orang dengan gangguan bipolar biasanya terdiri dari banyak sesi terapi dan kunjungan dokter. Hal ini kadang-kadang bisa tampak rumit dan menakutkan bagi orang dengan gangguan bipolar. Mungkin kamu tidak harus menghadiri setiap sesi tersebut, tapi setidaknya kamu bisa membantu mereka dengan datang bersama dan kemudian datang kembali saat sesi terapi berakhir. Memiliki seseorang yang dapat memberikan dukungan dan teman bicara dapat sangat membantu mengurangi stres atau kecemasan yang mungkin dirasakan.
5. Jangan mengabaikan diri sendiri
Sangat mungkin untuk kamu melupakan keadaan diri sendiri saat memutuskan untuk merawat seseorang dengan gangguan bipolar. Perlu diketahui sebelum membantu seseorang, harus dipastikan kamu memiliki waktu dan kemampuan emosional yang baik untuk melakukannya. Jika memutuskan untuk membantunya, pastikan kamu cukup tidur, makan dengan benar, dan berolahraga secara teratur.
6. Bersabar dan tetap optimis
Gangguan bipolar adalah kondisi jangka panjang. Sehingga gejalanya akan datang dan pergi sepanjang hidup mereka. Gangguan ini tidak dapat diprediksi di mana satu kondisi bisa dalam periode bebas gejala, tapi tiba-tiba bisa bergantian dengan episode suasana hati yang ekstrem. Demi orang dengan gangguan bipolar, cobalah untuk tetap sabar dan optimis. Ini dapat membantu mereka tetap pada jalur untuk menjalani kehidupan yang seutuhnya dan tetap sehat.
7. Ketahui batasan yang sewajarnya
Faktanya, tidak ada yang tahu bagaimana menangani gangguan bipolar lebih baik daripada spesialis yang dilatih untuk mengobatinya. Jika kamu bersama seseorang dengan gangguan bipolar dan merasa ada hal-hal yang terlalu sulit untuk ditangani, segera hubungi ahli medis, tim kesehatan mental, atau pihak terkait lainnya. Hubungi mereka jika orang tersebut menjadi kasar atau hingga mengancam untuk melukai diri sendiri atau bahkan orang lain.
Bagaimana menurutmu, Socconians? Semoga tujuh hal di atas bisa menjadi tambahan informasi tentang cara sederhana untuk mendukung seseorang dengan gangguan bipolar. Namun perlu diingat berurusan dengan gangguan bipolar pada orang yang dicintai memang tidak mudah, banyak tantangan yang bisa muncul. Namun jika kamu berusaha, kamu bisa membuat perbedaan besar dalam kehidupan teman atau orang yang dicintai. Selalu jaga serta sadari kebahagiaan kamu dan orang-orang di sekeliling, ya, Socconians!
ReferensiSumber Tulisan
