
Hi, Socconians!
Bagi yang sudah menonton film The Invisible Man tentu tahu bahwa ini menceritakan tentang Cecilia yang berada dalam abusive relationship dan berusaha kabur dari sang kekasih dan setelah itu, Cecilia dikabarkan bahwa sang kekasih telah meninggal. Namun, Cecilia tidak memercayai berita tersebut karena ia merasa sang kekasih masih hidup dan sedang mengamatinya. Namun, wujudnya yang tak kasat mata, membuat banyak orang tak bisa memercayai perkataannya. Apalagi, Cecilia mengonsumsi obat-obatan sehingga dianggap hanya berhalusinasi. Whannel, sang sutradara, mengatakan bahwa sosok kasat mata ini adalah kiasan untuk gaslighting. Lalu, apa itu gaslighting?
Gaslighting adalah bentuk kekerasan emosional yang terjadi dalam hubungan kekerasan. Gaslighting adalah perilaku memanipulasi seseorang dengan membuat mereka mempertanyakan pemikirannya, ingatan, dan kejadian yang terjadi di antara mereka. Gaslighting biasa terjadi pada hubungan sepasang kekasih dan pernikahan. Orang-orang toxic menggunakan metode ini untuk mengerahkan kekuasaannya dalam memanipulasi teman, keluarga, kekasih, dan teman kantor. Semua orang memiliki kemungkinan untuk melakukan gaslighting, tetapi dikatakan bahwa seseorang dengan gangguan narsistik memiliki kemungkinan untuk melakukan gaslighting karena mereka menganggap bahwa dirinya adalah yang paling penting dan tidak memedulikan orang lain.
Ciri-Ciri Gaslighting
Cara Menghindari Gaslighting
Ketahuilah Hak Pribadi
Ingatlah bahwa setiap orang memiliki hak yang harus dipenuhi dan orang lain harus menghargai hak kita. Jika seseorang telah melanggar hak tersebut, kita harus berani untuk membela diri. Ketahuilah bahwa tiap orang berhak untuk bahagia, dihormati, menentukan prioritasnya, mengungkapkan pendapat, mengatakan tidak tanpa merasa bersalah, menjaga dan melindungi dari ancaman fisik dan mental.
Jaga Jarak
Gaslighter biasanya memiliki dua sikap berbeda tiap di depan orang lain sehingga penting untuk kita memerhatikan apakah mereka berperilaku berbeda saat ada di depan orang lain atau tidak. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah kenalan kita adalah gaslighter. Jika iya, lebih baik kita segera menjaga jarak darinya!
Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Gaslighter adalah seseorang yang ingin mengendalikan orang lain dengan cara memanipulasi pemikiran korbannya sehingga korbannya akan merasa bersalah, kehilangan kepercayaan diri, dan berujung menyalahkan diri sendiri. Harus diingat bahwa kita tidak salah karena telah mengingat perkataan dan perilakunya, sehingga apapun yang dikatakan oleh gaslighter yang menyudutkan kita, tidak boleh dipercaya. Dengan ini, kita tidak akan menyalahkan diri sendiri dan membuat mereka gagal untuk mengendalikan kita.
Berani Mengatakan “Tidak”
Seperti yang sudah disinggung pada poin satu tentang hak-hak tiap orang, penting untung diingat bahwa diri kita adalah prioritas utama. Bahagiakan diri sendiri dulu, lalu orang lain. Jika hal itu tidak membuatmu bahagia atau kamu tidak ingin melakukannya, beranilah untuk menolak! Jangan sampai orang lain bisa memanfaatkan dirimu karena kamu adalah seseorang yang tidak berani untuk menolak permintaan orang lain.
Gunakan Waktu untuk Menguntungkan Diri
Gaslighter biasanya membutuhkan jawaban segera dari korbannya. Jika kalian ada pada situasi ini, cobalah untuk jangan langsung memberikan jawaban. Mintalah untuk diberi waktu berpikir dan saat kamu merenungkannya, kamu bisa menentukan apakah permintaannya lebih banyak menguntungkanmu atau malah merugikanmu.
Sebagai makhluk sosial, memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain menjadi sangat penting jika ingin memiliki mental yang sehat. Jika Socconians merasa sebagai korban gaslighting dalam suatu hubungan dan merasa tidak bisa menyelesaikannya sendiri, mintalah bantuan teman, keluarga, psikolog, atau psikiater untuk keluar dari hubungan tersebut.
Referensi