
Halo Socconians!
Pernahkah kamu mengutarakan atau mendengar seseorang mengatakan, “Duh, aku nggak bisa kalau tidak rapi gini, aku kan OCD banget! atau “Kamu tuh benar-benar OCD ya, apa-apa harus bersih”? Nah, sebenarnya apa sih OCD itu? Apakah benar kalau bersih dan rapi itu selalu berarti OCD? Yuk, kita coba bahas bersama!
Mengenal OCD
Obsessive Compulsive Disorder (OCD) merupakan suatu kondisi ketika seseorang memiliki kesulitan untuk mengendalikan pikiran dan ide tertentu (obsesi) secara berulang yang muncul dengan sendirinya, lalu diikuti dengan perilaku berulang (kompulsi) yang disadari mengganggu. Jika tidak segera diatasi, penderita akan merasa cemas hingga aktivitas sehari-harinya terganggu. Gangguan kesehatan mental terjadi pada 2--3% populasi di dunia dan kebanyakan gejalanya muncul pada usia remaja atau dewasa muda (18--24 tahun). Risiko terjadinya OCD tidak begitu dipengaruhi oleh perbedaan jenis kelamin, tetapi didapati bahwa kebanyakan gejala awal ditemukan lebih dini pada orang dengan jenis kelamin laki-laki daripada perempuan.1-3
Gejala Umum OCD
Beberapa pola gejala yang umumnya dijumpai pada orang OCD yaitu sebagai berikut :2-4
Perbedaan OCD dengan Perilaku yang Berulang
Tentunya tidak semua perilaku berulang termasuk kompulsi, ya! Bukan berarti dengan kita memeriksa beberapa kali akan suatu hal, seperti memeriksa apakah rumah sudah terkunci atau belum lebih dari satu kali, berarti kita memiliki gejala OCD. Perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut :1,3
Beberapa orang dengan OCD juga disertai dengan gangguan “tic”, yaitu suatu gangguan gerakan tidak diinginkan yang terjadi secara tiba-tiba, singkat, dan berulang, seperti mata berkedip berulang-ulang, wajah menyeringai, mengangkat bahu, dan menyentak kepala atau bahu. Selain itu, ada juga “vocal tics” yang umum berupa suara, seperti membersihkan tenggorokan berulang.1
Kebanyakan orang dengan OCD mencoba membantu dirinya sendiri dengan menghindari situasi yang memicu obsesinya atau mereka mungkin menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan untuk menenangkan diri karena tidak menyadari hal tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut.1,3 Jadi, apa yang seharusnya dilakukan jika Socconians merasa memiliki gejala-gejala OCD? Kamu dapat segera memeriksakan diri ke psikolog klinis maupun psikiater terdekat agar dapat diperiksa secara menyeluruh dan dapat ditangani dengan cepat.
Sekarang Socconians sudah tahu kan apa itu OCD? Yuk, kita saling memberi informasi yang benar terkait OCD pada orang-orang di sekitar kita!
ReferensiPenulis: dr. Vania Rafelia
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi, Edward Christopher Yo
Editor Medis: dr. Vania Rafelia
Editor Tata Bahasa: Dian Rotua Damanik
Sumber Tulisan
