• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Mengenal Fenomena Rasisme dan Cara Mengatasinya

by Gunardi B. Raharjo

Halo, Socconians!

Bagaimana keadaanmu? Semoga sehat selalu, ya. Kamu sudah tahu belum tentang istilah dan gerakan Black Lives Matter yang akhir-akhir ini ramai di media sosial? Kalau kamu belum tahu, istilah ini berasal dari salah satu organisasi atau gerakan yang menentang segala bentuk penindasan terhadap orang kulit hitam. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang bullying khususnya racial bullying.

Apa itu rasisme? Rasisme adalah perbuatan merendahkan orang lain karena warna kulit, etnis, kebangsaan, atau ras orang tersebut. Perilaku rasisme dengan memperlakukan orang lain secara berbeda atau tidak adil disebut diskriminasi ras. Setelah kita mengetahui apa itu rasisme, Social Connect akan mengajak kamu untuk kembali mengingat definisi dari bullying dan dampak dari apa yang disebut dengan racial bullying.

Bullying adalah segala perilaku terhadap seseorang yang dengan sengaja membuatnya tertekan dan tidak bahagia. Oleh sebab itu, bullying merupakan tindakan tidak terpuji karena setiap orang berhak untuk merasa aman dan bebas dari segala macam bentuk intimidasi.

Racial bullying adalah penindasan yang berfokus kepada ras, etnis, atau budaya. Biasanya korban racial bullying dibuat merasa tidak diterima, dipinggirkan, dikecualikan, tidak berdaya, dan tidak berharga karena warna kulit, etnis, budaya, serta asal usulnya.

Hal ini dapat merujuk pada serangkaian perilaku yang menyakitkan, baik fisik maupun psikologis. Tindakan racial bullying tidak melulu menyasar warna kulit, namun juga stereotip yang melekat terhadap suatu kelompok ras tertentu. Misalnya, orang yang berasal dari etnis Tionghoa sering dibilang pedagang, padahal tidak semua etnis Tionghoa seperti itu pada kenyataannya.

Berikut beberapa tindakan yang merupakan racial bullying :

  1. Menggoda suatu kelompok seperti memanggil dengan menggunakan warna kulit, ras, bahasa atau cara mereka berbicara, makanan yang mereka makan, pakaian yang mereka pakai, dan latar belakangnya.
  2. Stereotip oleh warna kulit atau ras.
  3. Menolak atau mengeluarkan seseorang dari pergaulan karena perbedaan warna kulit atau sukunya.
  4. Menertawakan atau mengolok-olok keluarga.
  5. Memperlakukan orang secara tidak adil karena cara hidup atau budayanya.

Berdasarkan aspek-aspek di atas, berikut adalah beberapa cara yang dapat Socconians lakukan dalam menghadapi tindakan *racial bullying: *****

  1. Pergi. Jika seseorang bersikap rasis terhadap kamu, maka berjalanlah pergi untuk tetap aman dan jangan membalas atau merespons.
  2. Ceritakan kepada teman atau orang terdekat. Kamu juga bisa cerita kepada orang tua, guru, atau manajer atau pemimpin di tempat kerja. Misalnya, di tempat umum lalu salah satu pegawai atau karyawannya memberikan perlakuan rasisme terhadap yang lainnya, maka sebagai orang yang menyaksikan, kita berhak untuk berbicara dengan pemimpin di tempat kerja tersebut.
  3. Jaga diri. Berjalan pulang dari sekolah atau kampus dengan seseorang dikenal dan isi ulang daya telepon (pastikan fully charged). Memanggil layanan darurat pada 112 atau nomor telepon tanggap darurat dari kepolisian di 110.
  4. Tetap aman saat berada di dunia maya atau online. Ubah pengaturan privasi, laporkan penyalahgunaan di situs atau aplikasi, dan blokir pengguna yang menggertak atau membuat komentar dan ancaman yang diskriminatif.
  5. Simpan catatan perlakuan rasisme yang kamu alami. Pesan, video, atau buku harian tentang apa yang terjadi dapat membantu untuk dijadikan sebagai bukti ketika diperlukan nantinya.

Socconians, kurang lebih demikian gambaran tentang perilaku racial bullying yang sampai sekarang masih menjadi masalah yang sangat besar di seluruh dunia. Semoga setelah membaca ini pengetahuanmu tentang racial bullying bertambah, ya. Jangan segan untuk melaporkan tindakan bullying yang terjadi di sekitar kita. Baca terus artikel-artikel dari Social Connect untuk tahu lebih banyak tentang kesehatan mental karena kesehatan mental bukan harus menjadi ketakutan, akan tetapi bisa menjadi cambuk untuk mengubah kita ke arah yang lebih baik.

Referensi

  1. Tim Penulis
    • Gunardi B. Raharjo
  2. Tim Editor
    • Glaniz Izza A.
  3. Review Medis
    • Andreas Prasetyo Sianturi, S.Psi

    Sumber Tulisan

    1. Tim Penulis dari Childline Organization UK. (2017) RACISM AND RACIAL BULLYING. diakses dari situs web Childline Organization UK pada tanggal 20 Juni 2020
    2. Welsh Government, 2011. Respecting others: Bullying around race, religion and culture, diakses dari situs web Welsh Government pada tanggal 20 Juni 2020
    3. Tim Somerset County Council, 2018. Bullying around racism, religion and culture diakses dari situs web Somerset Organization pada tanggal 17 Juni 2020

    Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

    © Social Connect 2019-2026 All rights reserved.