• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Faktor Terjadinya Cyberbullying pada Remaja

by M. Iqbal Fachrul Rozy

Halo, Socconians!

Masa remaja atau masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, merupakan masa ketika individu umumnya akan merasakan krisis identitas/melalui proses pencarian identitas/jati diri. Selama fase perkembangan remaja, akan ada nilai dan kebiasaan yang memengaruhi secara krusial perkembangan remaja, seperti lingkungan pertemanan, keluarga, dan sekolah. Proses pembentukan dan pencarian identitas diri pada remaja, ditambah dengan pengaruh dari keluarga dan lingkungan menjadikan remaja subjek yang rentan terhadap masalah. Salah satu hal yang kerap menjadi pemicu dari permasalahan pada remaja adalah dalam penggunaan media sosial.

Media sosial merupakan hal yang lekat sebagai bentuk eksplorasi jati diri dan eksistensi diri pada remaja. Kebebasan berekspresi menjadi hal yang dijunjung tinggi dalam penggunaan media sosial, tetapi ironisnya, kebebasan itu kerap menjadi akar pemicu perilaku dan perbuatan yang mampu menyakiti individu lain, seperti cyberbullying.

Pengertian sederhana dari cyberbullying adalah perundungan yang dilakukan melalui dunia maya menggunakan media elektronik berupa pesan instan, chat rooms, website, game online, pesan teks atau social media. **Tujuan dari cyberbullying adalah untuk mempermalukan, menakuti, membuat marah korban, hingga melakukan pemerasan, dan atau mengancam korban. Berikut adalah contoh dari cyberbullying yang terjadi pada remaja.

  1. Oknum menyebarkan berita bohong dan foto yang memalukan tentang korban pada media sosial ataupun laman internet.

  2. Menyebarkan pesan atau ancaman menggunakan kata-kata yang menyakitkan ataupun kasar melalui chatting ataupun pada kolom komentar yang terdapat di postingan korban.

  3. Oknum menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan korban untuk menyebarkan pesan ataupun berita bohong untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

  4. Mengunggah foto korban dan menggunakan deskripsi menggunakan kalimat yang kasar dan menyinggung korban.

Cyberbullying menjadi sesuatu yang krusial karena cyberbullying tidak mengenal tempat dan waktu. Segala bentuk eksplorasi tindak intimidasi, ancaman, dan melecehkan orang lain dalam media sosial dengan tujuan mengucilkan korban telah termasuk sebagai cyberbullying.

Maka dari itu menjadi penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang disosialisasikan oleh keluarga dan lingkungan adalah nilai-nilai yang mendukung pembentukan atau perkembangan pribadi yang baik. Berikut adalah faktor yang memengaruhi pelaku melakukan bullying (cyberbullying) pada remaja yang perlu diperhatikan.

  1. Keluarga

Anak cenderung akan mengikuti perilaku yang mereka dapatkan dari orang tua di rumah dan melakukan hal yang sama pada teman mereka. Seperti adanya hukuman yang berlebihan dari orang tua yang menyebabkan situasi di rumah membuat stres, tertekan, dan agresi.

  1. Sekolah

Sekolah yang tidak memiliki aturan tegas terhadap pelaku bullying akan memberikan mereka penguatan atas tindakan intimidasi yang mereka lakukan pada siswa lain. Hal ini juga menyebabkan bullying dapat berkembang di lingkungan sekolah tanpa adanya hukuman yang membangun untuk saling menghormati antar anggota sekolah.

  1. Faktor Pergaulan

Beberapa remaja melakukan tindak bullying sebagai bentuk usaha mendapatkan pengakuan agar diterima pada lingkungan pertemanan ataupun kelompok tertentu.

  1. Tayangan Televisi dan Media Cetak

Informasi dari media juga dapat membentuk perilaku bullying pada remaja dari tayangan yang dilihat remaja. Mereka cenderung meniru perilaku dan juga perkataan dari adegan film yang mereka lihat.

Nah, Socconians, seram juga ya perilaku cyberbullying ini! Tetap hati-hati ya, walaupun media sosial memang berfokus pada kebebasan berekspresi, tetapi ingat juga untuk tetap memperhatikan teman dan sesama kita, jangan sampai menyalahgunakan media sosial sebagai media perundungan secara online pada orang lain ya, Socconians!

Referensi

  1. Tim Penulis
    • M. Iqbal Fachrul Rozy
    • Nathania Bianca
  2. Tim Editor
    • Finda Rhosyana
  3. Review Medis
    • Grace Eugenia Sameve

    Sumber Tulisan :

    1. Fitransyah, Retha Rizky. 2018. Perilaku cyberbullying dengan media instagram pada remaja di Yogyakarta. Indonesian Journal of Nursing Practices. Vol. 2 no.1.
    2. Sartana & Nelia Afriyeni. 2017. Perundungan maya (cyberbullying) pada remaja awal. Jurnal Psikologi insight. Vol.1, no.2
    3. Unicef Indonesia. 2020. Cyberbullying: Apa itu dan bagaimana cara menghentikannya, 10 hal yang remaja ingin tahu dari cyberbullying. Diambil dari https://www.unicef.org/indonesia/id/child-protection/apa-itu-cyberbullying
    4. Zakiyah, Ela Zain dkk. 2017. Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Jurnal Penelitian & PPM. Vol. 4, no.2

    Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

    © Social Connect 2019-2026 All rights reserved.