• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

5 Langkah Sederhana Untuk Mencegah Bunuh Diri

by Jefri Pranata

Halo, Socconians!

Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2016, tingkat kematian akibat bunuh diri di seluruh dunia adalah satu kematian setiap 40 detik. Pada tahun 2020, diperkirakan kasusnya akan meningkat menjadi satu kematian setiap 20 detik. Data tersebut menjadikan bunuh diri sebagai salah satu masalah kesehatan global.

Tindakan bunuh diri seringkali berawal dari depresi yang tidak tertangani. Oleh karena itu, penting untuk menangani depresi agar pikiran atau keinginan bunuh diri bisa dicegah. Nah, bagi kamu yang punya masalah dengan depresi hingga pernah melakukan percobaan bunuh diri, kali ini Social Connect akan membahas lima langkah sederhana untuk mencegah bunuh diri.

Langkah paling utama dalam mencegah bunuh diri adalah dengan mengetahui tanda-tanda yang mengarah pada potensi pikiran atau keinginan bunuh diri. Tanda yang paling penting adalah ketika seseorang mengatakan atau menulis banyak hal seputar kematian, keinginan bunuh diri, atau melukai diri sendiri. Tanda lainnya yang juga berbahaya adalah perasaan pesimistis yang kuat bahwa situasi tidak akan pernah membaik kedepannya. Pembicaraan yang selalu disampaikan biasanya seputar perasaan tidak nyaman, masa depan yang suram, dan pernyataan bahwa tidak ada hal yang bisa diusahakan lagi.

Tanda selanjutnya yang menunjukkan pikiran untuk melakukan bunuh diri adalah perubahan mood yang sangat drastis atau perubahan kepribadian yang tiba-tiba. Seseorang dengan keinginan bunuh diri bisa merasakan kehilangan minat pada kegiatan sehari-hari, membenci penampilannya, dan menunjukkan perubahan yang besar pada kebiasaan makan dan tidurnya. Maka dari itu, kita harus mulai belajar memahami diri sendiri. Bagaimana sifat dan sikap yang kita miliki jika dihadapkan dengan tantangan hidup karena hanya ada dua pilihan: terus berjuang untuk menyelesaikan masalah atau menghindar dan jadi bom waktu.

Jika kamu sedang mengalami tanda-tanda di atas, terlebih lagi hingga muncul keinginan untuk bunuh diri, sebaiknya mendistraksi diri untuk menghindari pikiran-pikiran tersebut. Kamu bisa coba melakukan langkah-langkah sederhana berikut:

1. Berjanji untuk tidak melakukan apapun

Beri jarak pada pikiran dan tindakan. Buat janji pada diri sendiri bahwa kamu tidak akan melakukan sesuatu yang ekstrem dalam kurun waktu tertentu. Tenangkan diri selama 24 jam atau tunggu hingga beberapa hari. Pikiran dan tindakan adalah dua hal yang berbeda. Pikiranmu untuk melakukan bunuh diri tidak harus menjadi kenyataan. Kamu lah yang sepenuhnya mengendalikan dirimu sendiri.

2. Hindari alkohol dan obat terlarang

Pikiran untuk melakukan bunuh diri bisa menjadi lebih kuat jika kamu mengonsumsi alkohol atau narkoba. Penting untuk tidak mengonsumsi alkohol atau obat-obatan tanpa resep dokter ketika kamu merasa putus asa atau sedang berpikir untuk bunuh diri. Meskipun tampak seolah-olah rasa sakit dan ketidakbahagiaan yang kamu rasakan tidak akan pernah berakhir, penting untuk menyadari bahwa krisis biasanya bersifat sementara dan bunuh diri bukan jawabnya.

3. Buat rumah kamu lebih aman

Singkirkan semua benda-benda yang bisa kamu gunakan untuk melukai diri sendiri, seperti obat-obatan, pisau dapur, pisau cukur, atau senjata api. Jika tidak dapat melakukannya, pergilah ke tempat di mana kamu merasa lebih aman. Jika kamu dalam masa penggunaan obat tertentu dan takut mengalami overdosis, berikan obat-obatan tersebut kepada seseorang yang kamu percaya agar orang tersebut dapat mengembalikannya jika suatu hari kamu membutuhkannya kembali.

4. Jangan simpan untuk diri sendiri

Langkah pertama untuk mengatasi pikiran negatif adalah membaginya dengan seseorang yang kamu percaya. Tidak harus terapis atau dokter, kamu bisa ceritakan hal ini kepada anggota keluarga, teman, anggota komunitas, atau siapapun yang bisa membuatmu nyaman saat bercerita. Jangan biarkan rasa takut dan malu mencegah kamu mencari bantuan. Jika orang pertama yang kamu temui tampak tidak mengerti, coba orang lain. Menceritakan bagaimana perasaanmu dapat melepaskan banyak tekanan yang menumpuk dan membantu kamu menemukan cara untuk mengatasinya.

5. Yakin dan percaya kamu bisa melewati

Percaya atau tidak, bahkan masalah yang terlihat tidak bisa diselesaikan tetap memiliki solusi. Teruslah berusaha untuk kembali ke keadaan yang lebih baik. Bisa jadi meskipun kamu sudah melakukan upaya untuk memecahkan masalah, kamu perlu untuk mencoba pendekatan yang berbeda sebelum menemukan solusi yang tepat. Jadi apapun yang kamu alami saat ini, tidak peduli seberapa bencinya kamu pada diri sendiri, putus asa, atau merasa terisolasi dari dunia nyata, yakini selalu ada peluang yang lebih baik di depan dan selalu ada pintu baru yang siap menyambut dirimu yang baru.

Bagaimana menurutmu, Socconians? Selalu ingat, tidak peduli seberapa sakit atau berat beban yang dialami saat ini, kamu tidak sendirian. Pernah berpikir untuk melakukan percobaan bunuh diri bukan berarti kamu lemah, renta, apalagi gila. Itu artinya kamu sedang dapat pelajaran hidup berharga. Semoga informasi di atas bisa menambah pemahaman tentang upaya pencegahan bunuh diri. Selalu jaga serta sadari kebahagiaan kamu dan orang-orang di sekeliling, ya, Socconians!

Referensi

  1. Tim Penulis
    • Jefri Pranata
  2. Tim Editor
    • Glaniz Izza A.
    • Shinta Setyaningrum
  3. Review Medis
    • Lisyanti, S.Psi.

    Sumber Tulisan :

    1. Haryanti Harsono, Fitri (2019). “Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Kenali dan Pahami Diri Sendiri”. Diakses pada tanggal 18 Februari 2020 dari situs liputan6.com
    2. Tim Penulis helpguide.org (n.d). “Are You Feeling Suicidal?”. Diakses pada tanggal 18 Februari 2020 dari situs helpguide.org
    3. Tim Penulis World Health Organization (2019). “Suicide: One Person Dies Every 40 Seconds”. Diakses pada tanggal 25 Juni 2020 dari situs who.int
    4. Tim Penulis Befrienders Worldwide (n.d). “Suicide Statistics”. Diakses pada tanggal 25 Juni 2020 dari situs befrienders.org
    5. Tim Penulis helpguide.org (n.d). “Suicide Prevention”. Diakses pada tanggal 25 Juni 2020 dari situs helpguide.org

    Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

    © Social Connect 2019-2026 All rights reserved.