• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Kecenderungan Antisosial dan Cara Melindungi Diri dari Mereka

by Tiorys Immanuella

Hi, Socconians!

Pada artikel Social Connect kali ini, kita akan membahas mengenai gangguan kepribadian antisosial dan bagaimana cara untuk melindungi diri tanpa mendiskriminasi mereka. Nah, sebelum lanjut membaca, kami ingin memastikan dahulu bahwa artikel ini ditulis bukan untuk mendiskriminasi, tetapi untuk membantu siapa pun yang memiliki pengalaman serupa.

Apa Itu Antisosial dan Apa Saja Gejalanya?

Gangguan kepribadian antisosial didefinisikan sebagai pola perilaku yang penderitanya tidak memiliki rasa tanggung jawab secara sosial, eksploitatif, dan menunjukkan sikap tidak merasa bersalah atau menyesal. Adapun implikasi klinis dari gangguan kepribadian antisosial adalah bersifat kronis dan berlangsung seumur hidup pada kebanyakan individu, tetapi intensitasnya cenderung menurun seiring bertambahnya usia, terutama pada saat memasuki usia 40-50 tahunan.

Berikut ini adalah sebagian besar dari gejala gangguan kepribadian antisosial:

  1. Gagal untuk menyesuaikan diri dengan hukum dan norma sosial.
  2. Melakukan kebohongan dan penipuan untuk kesenangan dan keuntungan pribadi.
  3. Mudah tersinggung dan menunjukan perilaku agresif berupa perkelahian atau melakukan serangan fisik.
  4. Impulsif (melakukan sebuah tindakan tanpa memikirkan konsekuensi).
  5. Mengabaikan keamanan diri sendiri dan orang lain.
  6. Tidak bertanggung jawab secara konsisten.
  7. Kurang empati terhadap orang lain dan tidak menunjukkan penyesalan dari perbuatannya yang merugikan orang lain.

Menurut penelitian Izabela Filov pada tahun 2019, diketahui bahwa individu dengan gangguan kepribadian antisosial dalam komorbiditas gangguan mental, lebih aktif secara kriminal daripada pelaku tindak kekerasan lainnya. Untuk mempertahankan diri, seseorang dengan antisosial cenderung melakukan identifikasi proyeksi, penolakan, dan merasa menjadi yang paling berkuasa sebagai mekanisme pertahanan paling awal yang dapat menyebabkan disintegrasi.

Melindungi Diri tanpa Mendiskriminasi Mereka

Pada saat kita merasa butuh untuk melindungi diri dari seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial, kita berupaya untuk melindungi kesehatan mental diri sendiri dan juga tetap peduli pada kondisi mental mereka. Dengan tujuan untuk melindungi diri tanpa mendiskriminasi, maka tidak dibenarkan jika kita menghakimi mereka dengan label buruk tertentu, membatasi aktivitas mereka, mengasingkan mereka dari masyarakat, dan membahayakan mereka dengan melakukan segala bentuk kekerasan.

Lantas bagaimana cara melindungi diri dari orang dengan gangguan kepribadian antisosial ketika sudah dibutuhkan tanpa mendiskriminasi mereka?

  1. Kenali gejalanya dan perhatikan perilaku orang tersebut sebelum mengambil tindakan.
  2. Apabila ada kesempatan berbicara, Socconians dapat mencoba memberi saran kepada mereka untuk melakukan pengobatan, tetapi tidak dengan memaksa. Persiapkan diri dan mengerti kondisi mereka jika ada penolakan dengan cara membentak atau melakukan kekerasan.
  3. Jika memang diperlukan untuk alasan keamanan, simpan catatan semua kontak dan ancaman yang diterima. Konsultasikan dan laporkan semua catatan ancaman kepada penegak hukum setempat. Jangan pernah setuju untuk bertemu dengannya sendirian atau di luar konteks pertemuan hukum/pengadilan.

Semoga informasi dari artikel ini dapat membantu Socconians dalam mengampanyekan kesehatan mental. Sebagai penutup, perlu diingat kembali bahwa bagian terpenting dari artikel ini adalah untuk memastikan kesehatan mental kita semua bisa terjaga dengan baik tanpa mendiskriminasi dan membahayakan orang lain.

Referensi

Penulis: Tiorys Immanuella

Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi

Editor Medis: Pandhit Satrio Aji S.Psi

Editor Tata Bahasa: Christina Intania Ariwijaya dan Hafiza Dina

Sumber Tulisan :

  1. Black, Donald W., Roy, J., Lucille, A. (2015). “The Natural History of Antisocial Personality Disorder”. The Canadian Journal of Psychiatry. 60(7), 309–314. doi: 10.1177/070674371506000703
  2. Carver M, Joseph. (2008). “Ask the Psychologist”. Diakses pada September 2020 dari situs web https://askthepsych.com/atp/2008/09/18/protection-from-antisocial-personality/
  3. Filov I. “Antisocial Personality Traits as a Risk Factor of Violence between Individuals with Mental Disorders”. Open Access Maced J Med Sci. 2019 Feb 28; 7(4):657-662. https://doi.org/10.3889/oamjms.2019.146
  4. Grohol, J. (2020).” Antisocial Personality Disorder Symptoms. Psych Central”. Diakses pada September 2020 dari situs web https://psychcentral.com/disorders/antisocial-personality-disorder/symptoms/
  5. Vasquez, Tina. (2017). “How To Cope With A Loved One’s Antisocial Personality. Everyday Health”. Diakses pada September 2020 dari situs web https://www.everydayhealth.com/emotional-health/how-cope-with-loved-ones-antisocial-personality/

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.