
Hi, Socconians!
Pada artikel Social Connect kali ini, kita akan membahas mengenai gangguan kepribadian antisosial dan bagaimana cara untuk melindungi diri tanpa mendiskriminasi mereka. Nah, sebelum lanjut membaca, kami ingin memastikan dahulu bahwa artikel ini ditulis bukan untuk mendiskriminasi, tetapi untuk membantu siapa pun yang memiliki pengalaman serupa.
Apa Itu Antisosial dan Apa Saja Gejalanya?
Gangguan kepribadian antisosial didefinisikan sebagai pola perilaku yang penderitanya tidak memiliki rasa tanggung jawab secara sosial, eksploitatif, dan menunjukkan sikap tidak merasa bersalah atau menyesal. Adapun implikasi klinis dari gangguan kepribadian antisosial adalah bersifat kronis dan berlangsung seumur hidup pada kebanyakan individu, tetapi intensitasnya cenderung menurun seiring bertambahnya usia, terutama pada saat memasuki usia 40-50 tahunan.
Berikut ini adalah sebagian besar dari gejala gangguan kepribadian antisosial:
Menurut penelitian Izabela Filov pada tahun 2019, diketahui bahwa individu dengan gangguan kepribadian antisosial dalam komorbiditas gangguan mental, lebih aktif secara kriminal daripada pelaku tindak kekerasan lainnya. Untuk mempertahankan diri, seseorang dengan antisosial cenderung melakukan identifikasi proyeksi, penolakan, dan merasa menjadi yang paling berkuasa sebagai mekanisme pertahanan paling awal yang dapat menyebabkan disintegrasi.
Melindungi Diri tanpa Mendiskriminasi Mereka
Pada saat kita merasa butuh untuk melindungi diri dari seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial, kita berupaya untuk melindungi kesehatan mental diri sendiri dan juga tetap peduli pada kondisi mental mereka. Dengan tujuan untuk melindungi diri tanpa mendiskriminasi, maka tidak dibenarkan jika kita menghakimi mereka dengan label buruk tertentu, membatasi aktivitas mereka, mengasingkan mereka dari masyarakat, dan membahayakan mereka dengan melakukan segala bentuk kekerasan.
Lantas bagaimana cara melindungi diri dari orang dengan gangguan kepribadian antisosial ketika sudah dibutuhkan tanpa mendiskriminasi mereka?
Semoga informasi dari artikel ini dapat membantu Socconians dalam mengampanyekan kesehatan mental. Sebagai penutup, perlu diingat kembali bahwa bagian terpenting dari artikel ini adalah untuk memastikan kesehatan mental kita semua bisa terjaga dengan baik tanpa mendiskriminasi dan membahayakan orang lain.
ReferensiPenulis: Tiorys Immanuella
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Pandhit Satrio Aji S.Psi
Editor Tata Bahasa: Christina Intania Ariwijaya dan Hafiza Dina
Sumber Tulisan :
