
Holla, Socconians!
Marah mungkin bisa dikatakan sebagai tindakan yang tidak baik dan merusak. Namun, kemarahan merupakan hal alami atau naluriah yang terjadi ketika seseorang merasa terancam atau dalam situasi terdesak. Tentunya marah bisa dikatakan sebagai bagian dari perlindungan diri karena sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup sebagai pertahanan diri.
Marah Berlebihan Dapat Merugikan Diri Sendiri
Ketika kamu tidak dapat mengendalikan emosi, hal itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Berikut adalah dampaknya:
Pengendalian Diri Penting dalam Situasi Ini
Gangguan kemarahan adalah perilaku patologis yang agresif, kasar atau self-destructive, dan didorong oleh amarah yang tertekan secara kronis. Gangguan kemarahan biasanya diakibatkan oleh kesalahan pengendalian diri jangka panjang, sebuah proses ketika kemarahan yang normal berlangsung dari waktu ke waktu, berkembang menjadi kebencian dan kemarahan yang merusak. Gangguan kemarahan juga dapat disebabkan atau diperburuk oleh gangguan neurologis dan penyalahgunaan zat, yang mana keduanya dapat menghambat kemampuan seseorang untuk mengendalikan dorongan agresif, marah, atau kekerasan. Walaupun marah cenderung bersifat negatif dan memberikan efek buruk kepada yang merasakannya, hal yang perlu dipahami yaitu rasa kesal pasti akan muncul ketika merasa terusik karena rasa marah merupakan perilaku alamiah dari spektrum emosi manusia. Rasa marah tidak dapat dihilangkan dan akan tetap menjadi bagian dari emosi seseorang. Akan tetapi, hal tersebut bisa dialihkan ke suatu aktivitas positif atau kreatif.
Mengendalikan Kekesalan Juga Menjadi Bagian dari Pengembangan Diri
Kemarahan adalah emosi yang normal, tetapi penting bagi kita untuk melatih pengendalian diri agar kita tetap bisa mengendalikannya. Selain untuk pengendalian diri, tentunya hal itu bisa juga bermanfaat untuk pengembangan diri kita, seperti saat berdiskusi kamu tidak mudah marah ketika pendapatmu tidak diterima. Mari latih pengendalian amarah dengan melakukan tips-tips berikut ini.
Bagaimana, menarik bukan? Socconians bisa berlatih dan melakukan pengendalian diri yang baik agar bisa mengendalikan emosi dan tidak menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang dimaksud yaitu tidak menjadi seseorang yang gampang meluapkan kemarahan. Selain untuk pengendalian diri, mengendalikan emosi juga bisa membantu mengembangkan dirimu menjadi orang yang tidak mudah meluapkan emosi bahkan di situasi genting sekali pun. Ingat, kemarahan bukanlah hal yang negatif ketika kamu bisa mengendalikannya!
ReferensiPenulis: Muhammad Rahmanto
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Astridiah Primacita Ramadhani, S.Psi
Editor Tata Bahasa: Indah Riadiani dan Sulistia Ningsih
Sumber Tulisan :
