• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Bagaimana Cara Pengobatan OCD yang Tepat?

by M. Iqbal Fachrul Rozy

Hi, Socconians!

Mungkin masih sedikit dari kamu yang paham OCD sebagai salah satu gangguan kesehatan mental. Obsessive-compulsive disorder atau OCD merupakan gangguan mental yang menyebabkan munculnya berbagai pemikiran dan gambaran mental yang tidak diinginkan secara terus-menerus (obsesi). Pemikiran ini akan menimbulkan kecemasan pada penderita OCD. Obsesi ini juga mendorong penderita untuk melakukan sesuatu secara berulang (kompulsif) untuk mengurangi kecemasan yang dialami dan mendapat ketenangan. Namun, rasa tenang yang dirasakan ini hanya bertahan sementara, sebelum siklus obsesi dan kompulsif ini terulang lagi. Contohnya ketika seseorang memiliki ketakutan terpapar virus atau penyakit sehingga sering mencuci tangannya secara terus-menerus. Lalu apa saja gejala dari OCD yang harus Socconians ketahui?

Gejala dari OCD dibagi menjadi gejala perilaku obsesif dan gejala perilaku kompulsif. Berikut adalah beberapa contoh dari gejala-gejala tersebut.

Gejala Perilaku Obsesif

  • Merasakan tekanan yang berat saat melihat suatu objek yang tidak rapi atau tidak berada pada tempatnya.
  • Adanya perasaan ragu dan pikiran untuk memeriksa sesuatu secara berulang, seperti memeriksa pintu yang sudah terkunci.
  • Takut secara berlebihan akan terpapar kuman dari orang lain.
  • Memfokuskan pikiran pada hal religius atau moral secara berlebihan.
  • Terlalu percaya pada hal-hal yang berkaitan dengan keberuntungan ataupun petaka (takhayul).
  • Adanya pikiran-pikiran menyakiti diri sendiri maupun orang lain yang membuat penderita merasa cemas.

Gejala Perilaku Kompulsif

  • Berulang kali menanyakan kabar seseorang untuk memastikan mereka aman.
  • Mencuci tangan secara berulang, bahkan hingga kulit terkelupas.
  • Melakukan ritual keagamaan secara terus-menerus atas dasar ketakutan yang berlebih.
  • Memeriksa keadaan kompor atau pintu berulang kali.
  • Menghabiskan waktu untuk membersihkan sesuatu secara berlebihan.

Setelah mengetahui beberapa gejala dari OCD, selanjutnya kita akan membahas apa saja pengobatan yang bisa dilakukan untuk penderita OCD:

Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Cognitive behavioral therapy atau CBT merupakan salah satu jenis terapi psikologis yang dapat mengurangi gejala OCD pada penderita. Tujuan dari terapi ini untuk mengubah pemikiran atau keyakinan yang negatif. Salah satu metode dalam terapi ini disebut exposure and response prevention (ERP). Pasien secara bertahap akan menghadapi hal yang menimbulkan kecemasan, berkaitan dengan obsesi penderita OCD tersebut. Contohnya ketika pasien mengalami kecemasan atau ketakutan berlebih terhadap debu dan tanah, maka ia akan secara berulang mendapatkan paparan dari dua hal tersebut, beriringan dengan mempelajari cara untuk menghadapi ketakutannya.

Dalam terapi ini, penderita OCD berada pada situasi yang memicu pemikiran atau obsesi yang berulang sehingga menimbulkan kecemasan. Akan tetapi, dalam terapi ini pasien dicegah untuk melakukan hal yang biasanya dilakukan untuk mengatasi perasaan tersebut. Jika pasien bisa melakukannya dan hal ini membuktikan bahwa sebenarnya tidak ada sesuatu hal buruk yang terjadi setelahnya, ini bisa membantu untuk mengubah keyakinan pasien bahwa kecemasan mereka dapat diturunkan.

Percepatan Penyembuhan Gejala OCD

  • Kendalikan rasa cemas

Gejala OCD juga dapat meliputi gangguan kecemasan, khususnya bagian dari perilaku obsesif penderita. Oleh karena itu, mengendalikan kecemasan dapat membantu mengurangi gejala OCD yang dialami.

  • Sadari pikiran sendiri

Menyadari bahwa ada hal-hal dalam pikiran yang hanyalah sebuah perilaku obsesif dan tidak semua hal yang kamu pikirkan maka harus dilakukan.

  • Belajar menghadapi stres

Perasaan tertekan (stres) dan OCD merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Ada beberapa cara untuk mengurangi stres. Kita bisa melakukan hal seperti, tidur yang cukup, meditasi, makan makanan sehat, dan olahraga.

Melalui artikel ini, kita belajar bahwa OCD merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan adanya tindakan obsesif dan kompulsif yang berulang. Hal yang dapat Socconians lakukan untuk mengurangi gejala OCD adalah dengan melakukan aktivitas untuk mengurangi pikiran negatif. Kemudian menyadari bahwa tidak semua hal dalam pikiran kita harus dilakukan sehingga kita bisa belajar mengontrol obsesi tersebut. Jika kamu tertarik dengan isu gangguan kesehatan mental, jangan lupa untuk melihat artikel lainnya di website Social Connect.

Referensi

Penulis: M. Iqbal Fachrul Rozy

Editor-in-Chief: Kabrina Rina

Editor Medis: Gabriella Christina Sutanto, S. Psi.

Editor Tata Bahasa: Servita Ramadhianti dan Finda Rhosyana

Sumber Tulisan :

  1. Alodokter. (2019). “OCD (Obsessive-compulsive disorder)”. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2020 dari situs website https://www.alodokter.com/ocd/pengobatan/.
  2. Cahyaning Suryaningrum. (2013). “Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk Mengatasi Gangguan Obsesif Kompulsif”. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. Vol.01 no.01.
  3. Lenny Tan. (2019). “Obsessive-compulsive disorder (OCD)” . Diakses pada tanggal 12 Agustus 2020 dari situs website https://www.sehatq.com/penyakit/obsessive-compulsive-disorder-ocd/.
  4. Nina Hertiwi Putri. (2019). “Pilihan Cara Menyembuhkan Penyakit OCD yang Tepat”. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2020 dari situs website https://www.sehatq.com/artikel/pilihan-cara-menyembuhkan-penyakit-ocd-yang-tepat/.
  5. Nina Hertiwi Putri. (2019). “Kenali Lebih Jauh Penyakit OCD, Agar Anda Tidak Salah Paham”. Diakses pada tanggal 12 Agustus 2020 dari situs website https://www.sehatq.com/artikel/kenali-lebih-jauh-penyakit-ocd-agar-anda-tidak-salah-paham/.
  6. Warih Andan Puspitosari. (2009).“Terapi Kognitif dan Perilaku pada Gangguan Obsesif Kompulsif”. Mutiara Medika. Vol.9 no.2.

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.