
Halo, Socconians!
Depresi merupakan salah satu penyakit mental yang bisa menghambat pengembangan diri dan menguras motivasi diri kita. Cara kerja depresi seperti efek snowball, yakni jika kita memberi asupan perasaan seperti keraguan, ketakutan, dan pikiran negatif, depresi akan tumbuh subur.
Motivasi Menurun
Socconians, salah satu gejala depresi adalah kurangnya motivasi diri. Kita menjadi tidak semangat dalam melakukan hal apa pun. Ini bukan berarti kita tidak mau beraktivitas, hanya saja menjadi termotivasi jadi terasa berat.
Harus diakui, kondisi depresi sulit untuk membuat kita bergairah. Akan tetapi, bergulat dengan perasaan tersebut tidak akan membuat kita maju. Waktu terus berjalan dan kita pasti memikul tanggung jawab, baik kepada diri sendiri maupun orang lain, yang harus dilakukan. Bagaimana pun, respons kita terhadap kurangnya motivasi itulah yang penting.
Cara Meningkatkan Motivasi Diri
Tentunya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan Socconians untuk meningkatkan motivasi diri dan terus melakukan pengembangan diri. Cara ini bisa jadi referensi supaya kita kembali mengembangkan diri kita. Berikut ini, ada lima cara yang bisa dilakukan.
Kita sering dihantui perasaan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan. Kebiasaan ini membawa kita ke alam pikir bawah sadar. Ini wajar, tapi membuat kita tidak dapat menikmati momen. Daripada terbuai oleh pikiran kita, alangkah lebih baik jika memberikan perhatian terhadap momen saat ini.
Tingkat emosi yang kita rasakan dipengaruhi oleh banyak faktor dan emosi kita dapat memengaruhi aktivitas dan mood. Terlepas dari berbagai perasaan, mulai coba jujur dan identifikasi perasaan yang sedang dirasakan. Jangan takut untuk menganalisis perasaan tersebut dan apa yang bisa dilakukan.
Depresi membuat kita merasa sendiri dan terisolasi, apalagi ketika kita terus tenggelam dalam pikiran sendiri. Bersosialisasi dapat membantu menyegarkan pikiran dan membuat kita merasa terhubung. Selain itu, bertemu dengan teman dapat memotivasi diri kita. Kita tidak perlu menghadiri acara besar, cukup bersama dengan inner circle kita. Melakukan aktivitas bersama teman dekat, seperti pergi ke museum, menonton film, dan minum kopi bersama dapat membantu kita merasa tidak terlalu cemas dan terisolasi.
Seseorang yang depresi tentunya akan sulit untuk beraktivitas kembali. Terlebih, jika ternyata aktivitas tersebut sulit dicapai. Mereka justru akan lebih merasa gagal jika tidak bisa mencapai sesuatu. Membuat daftar kegiatan baik untuk mengangkat motivasi diri. Daftar kegiatan yang dibuat bisa membuat kita lebih berdaya dan melihat seberapa banyak yang bisa kita lakukan. Tidak perlu terlalu banyak, yang terpenting pengembangan diri tetap jalan.
Kalau kita sudah melakukan berbagai upaya tapi tidak ada hasilnya, mencari pertolongan medis dan profesional bisa ditempuh. Kurangnya motivasi dapat memengaruhi seluruh aktivitas kita, terlebih dalam karier profesional kita, lalu pengembangan diri pun terhambat. Komunitas medis percaya bahwa depresi merusak keseimbangan neurotransmitter atau zat kimia yang memengaruhi mood di otak kita. Oleh karenanya, sangat disarankan jika kita meminta pertolongan medis.
Socconians, kamu tidak sendiri dalam merasakan depresi. Banyak orang yang telah melalui fase ini. Kurangnya motivasi diri yang berdampak pada terhambatnya pengembangan diri. Hal yang perlu diingat, depresi itu penyakit bukan kelemahan, sehingga bisa disembuhkan dengan perawatan yang tepat.
ReferensiPenulis: Rizky Ridho Pratomo
Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi
Editor Medis: Pandhit Satrio Aji S.Psi
Editor Tata Bahasa: Zimi
Sumber Tulisan
