
Halo, Socconians!
Penelitian di bidang psikologi menyatakan bahwa antisosial dan social anxiety merupakan gangguan kesehatan mental yang berbeda sehingga kedua istilah tersebut seharusnya tidak digunakan secara bergantian. Namun kebanyakan orang masih familiar dengan istilah antisosial dan kurang mengenal istilah social anxiety. Hal ini menyebabkan individu yang mengalami gangguan social anxiety sering disebut dengan pribadi yang antisosial. Mari kita kenali dua istilah tersebut lebih dalam melalui artikel di Social Connect ini.
Definisi Antisosial dan Social Anxiety
Antisocial Personality Disorder (ASPD) adalah jenis gangguan kepribadian yang sangat tidak stabil ditandai dengan perilaku impulsif, tidak bertanggung jawab, dan seringkali bersifat kriminal. Sedangkan Social Anxiety Disorder (SAD) atau lebih dikenal dengan fobia sosial adalah salah satu jenis gangguan anxiety yang ditandai dengan timbulnya rasa cemas dan cenderung menarik diri dari sosialisasi. Individu dengan Social Anxiety Disorder sering dikarakteristikkan sebagai pemalu, penurut, kurang antusias, dan tidak berani mengambil risiko.
Cara Mengenali Antisosial dan Social Anxiety
Kedua gangguan kesehatan mental tersebut disebabkan oleh pengalaman yang kurang menyenangkan pada masa kanak-kanak seperti perundungan (bullying), kekerasan/penganiayaan secara lisan maupun fisik, konflik keluarga, dll. Namun, Socconians harus tahu bahwa antisosial dan social anxiety memiliki karakteristik yang berbeda, meskipun sama-sama mengandung kata “sosial”. Berikut adalah karakteristik pada individu dengan gangguan kepribadian antisosial.
· Suka memanipulasi dan melanggar hak orang lain
· Kurang atau tidak peduli dengan orang lain
· Kurang bertanggung jawab atau tidak merasa bersalah apabila melakukan suatu kesalahan
· Kesulitan mengendalikan amarah
· Suka menyalahkan orang lain apabila terdapat masalah di hidup mereka
· Sering melanggar peraturan atau hukum
Sedangkan individu dengan social anxiety memiliki karakteristik berikut ini.
· Ketakutan untuk dipermalukan atau melakukan sesuatu yang memalukan saat berinteraksi dengan orang lain
· Merasa cemas dan panik yang berlebihan saat akan melakukan interaksi sosial
· Merasa sadar bahwa ketakutan yang dirasakan sebenarnya tidak masuk akal
· Tidak bisa mengontrol rasa cemas tersebut
Secara fisik, gejala yang akan muncul apabila individu tersebut hendak melakukan interaksi sosial adalah pipi kemerahan, badan yang bergetar, otot menegang, pusing, keringat yang berlebihan, jantung berdetak sangat kencang, dan mengalami kesulitan dalam berbicara. Seseorang diindikasikan mengalami social anxiety jika mengalami rasa cemas luar biasa dan mengganggu kegiatan sehari-hari, dan perlu diingat bahwa social anxiety tidak hanya sekedar rasa malu biasa.
Nah, bagaimana, Socconians? Sudah jelas kan pengertian antara antisosial dan social anxiety. Jangan sampai salah dalam menggunakan kedua istilah tersebut, ya.
ReferensiPenulis: Maysilia Furifah Rani
Editor-in-Chief: Kabrina Rian
Editor Medis: Fadilla M Aulia, S.Psi
Editor Tata Bahasa: Muhammad Ridwan dan Zimi
Sumber Tulisan
