• Home
  • Article
  • News
  • Partnership
  • Career
  • Login
18 Apr

Gagap Bukan Candaan: Pengidap Gagap dalam Masyarakat

by Yulia Wita

Hai, Socconians!

Musik merupakan salah satu media terapi untuk membantu mengatasi banyak kondisi, salah satunya adalah stuttering atau gagap. Stuttering merupakan kondisi ketika seseorang mengulang ataupun memperpanjang kata atau huruf saat berbicara. Kondisi ini banyak dialami oleh anak-anak dan rentan memantik bullying dalam lingkungan pertemanan. Beberapa riset menunjukan bahwa musik adalah salah satu yang paling efektif untuk mengatasi stuttering.

Ternyata beberapa tokoh publik juga ada yang mencoba mengurangi *stuttering-*nya dengan musik, lho! Salah satunya adalah Ed Sheeran, pelantun lagu Shape of You ini juga mengalami stuttering. Saat sadar bahwa setiap dia bernyanyi dia bisa berbicara dengan lancar, dia mulai menekuni musik. Selain itu, musik juga membantu Elvis Presley, musisi yang dikenal sebagai The King of Rock and Roll, dalam menghadapi stuttering yang ia alami. Orang tua Elvis pertama kali membawa Elvis mengikuti lomba menyanyi atas rekomendasi seorang dokter yang mengatakan bahwa musik dapat membantu mengatasi stuttering yang dialami oleh Elvis.

Lima langkah mudah terapi musik:

  1. Latih Pernafasan dan Otot Mulut

Sama seperti atlet renang yang bisa menderita kram jika tidak melemaskan ototnya, berbicara juga memerlukan banyak latihan dan juga pemanasan. Kamu bisa mengalami stutter jika tidak melemaskan otot mulutmu!

Coba latih pernafasanmu, dimulai dengan menahan nafas beberapa saat lalu hembuskan, setelah itu coba menarik nafas panjang dan keluarkan dalam bunyi S, semakin panjang maka semakin baik. Ulangi langkah ini beberapa kali.

Setelah itu coba lemaskan otot mulutmu dengan mengucapkan A I U E O seekspresif mungkin, ulangi beberapa kali dengan keras dan tegas.

  1. Melatih Vocalization

Sebelum bernyanyi, penyanyi biasanya pemanasan dengan melatih vocalization atau pengucapannya. Latihan ini bertujuan agar pengucapan sang penyanyi selalu jelas dan tegas.

Ucapakan kata “le”, “la”, “mi”, “ma”, “mo” secara berulang sesuai dengan tangga nada. Ucapkan dengan keras, kuat, tegas, dan berulang. Latihan ini akan membantu lidah lebih rileks dan luwes.

  1. Mencari Rima dan Harmoni

Salah satu hal unik dalam musik adalah pengulangan rima dan harmoni. Studi mempelajari bahwa penggunaan rima saat berbicara dapat membantu penderita gagap untuk bisa menemukan ritme berbicaranya dengan lebih mudah.

Cara melatih diri dengan rima adalah membaca lirik sambil mendengarkan lagu dan sorot pengulangan kata yang terkesan catchy. Pelajari harmoni dengan memainkan tempo dengan ketukan tangan.

  1. Melanjutkan Lagu

Cara yang berikutnya adalah dengan mendengarkan lagu beberapa kali lalu hentikan lagu di tengah dan bernyanyilah melanjutkan lirik yang terputus. Lakukan hal ini bersama dengan teman atau keluarga terdekat.

Hal ini bisa membantu kepercayaan diri dan kelancaran berbicara dengan orang lain tanpa perlu takut salah berbicara.

  1. Mengulang Lirik dan Lagu

Latihan terakhir yang bisa lakukan adalah menyanyikan lirik saat mendengarkan lagu secara berulang. Hal ini akan melatih kelancaran berbicara.

Wah, ternyata musik mempunyai banyak manfaat ya Socconians! Setelah membaca artikel ini, jangan lupa untuk membagikan hal baru yang kamu pelajari kepada teman-teman ya.

), ( Referensi

Penulis: Yulia Wita

Editor-in-Chief: Aniesa Rahmania Pramitha Devi

Editor Medis: Fadilla M. Aulia, S.Psi

Editor Tata Bahasa: Iis Sahara dan Shinta

Sumber Tulisan

Peter Reitzes. Stuttering Myths, Beliefs and Straight Talk for Teens. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2020 dari situs web The Stuttering Foundation. https://www.stutteringhelp.org/stuttering-myths-beliefs-and-straight-talk-teens

Tim Indonesian Stuttering Community. (2020). Indonesian Stuttering Community: Pioneer Komunitas Gagap di Indonesia. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2020 dari situs web Medium Indonesian Stuttering Community. https://medium.com/@stutterindo/indonesia-stuttering-community-pioneer-komunitas-gagap-di-indonesia-baa54e8e9013

Tim Mayo Clinic. Stuttering. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2020 dari situs web Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stuttering/symptoms-causes/syc-20353572

Tim National Stuttering Assosiation. Facts About Stuttering. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2020 dari situs web National Stuttering Assosiation. https://westutter.org/facts-about-stuttering/

Tim National Stuttering Assosiation. Myths About Stuttering. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2020 dari situs web National Stuttering Assosiation. https://westutter.org/myths-about-stuttering/

Tim Newman. (2017). Stuttering: All you need to know. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2020 dari situs web MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/10608#talking_to_stutterer

Get to know us at please send email to halo@socialconnect.id

© Social Connect 2019-2026 All rights reserved.