
Hi, Socconians!
Pernahkah kamu mendengar istilah silent bullying sebelumnya? Mungkin belum, karena memang istilah ini jarang digunakan. Namun, bisa saja kamu telah mengalaminya. Seperti apa sih, silent bullying itu? Kalau Socconians penasaran, yuk, baca lebih lanjut!
Silent bullying adalah tindakan bullying yang dimaksudkan untuk mengucilkan korban dengan mendiamkan atau mengabaikan mereka dan tidak melakukan komunikasi dua arah. Ini merupakan jenis bullying yang sering terjadi di tempat kerja dan pelakunya merupakan rekan kerja maupun atasan. Karena berupa tindakan mendiamkan atau mengacuhkan korban, tindakan bullying ini tergolong ke dalam tindakan bullying pasif, berbeda dengan tindakan bullying pada umumnya yang memang ada perilaku nyata. Akan tetapi, tahukah kamu? Tindakan pasif ini mengakibatkan seseorang, dalam segi psikologis, lebih terganggu. Hal ini karena naluri manusia yang memang perlu terlibat dalam sebuah pekerjaan atau organisasi. Maka, ketika dikucilkan, tentunya kita akan merasa tidak adil. Kita akan mulai mempertanyakan seberapa layak kita dalam pekerjaan yang kita lakukan.
Beberapa bentuk silent bullying yang dapat terjadi di tempat kerja adalah:
Jika Socconians pernah mengalami salah satu dari poin di atas, artinya Socconians telah mengalami silent bullying. Tentunya, hal ini terasa tidak adil dan terkadang kita tidak mengetahui alasan yang jelas. Silent bullying juga dapat membuat kita merasa depresi dan stres, yang dapat membuat kita meninggalkan pekerjaan yang kita sukai. Bisa saja orang yang mengalami silent bullying masih melakukan pekerjaannya, tetapi hasilnya tidak akan maksimal karena faktor depresi, stres, dan keinginan untuk meninggalkan pekerjaan. Beberapa hal lainnya yang membuat pekerja tidak maksimal dalam melaksanakan tanggung jawab yang diberikan adalah sulitnya berkonsentrasi, merasa tidak nyaman, dan inisiatif dalam melakukan pekerjaan yang menurun. Hasil dari silent bullying yang dilakukan rekan kerja ini dapat menyebabkan turunnya performa kerja kita dalam perusahaan atau organisasi.
Untuk mengatasinya, Socconians dapat melakukan hal-hal di bawah ini:
Nah, sekarang Socconians sudah tahu, bukan tentang silent bullying? Jika Socconians memang mengalaminya, semoga hal-hal yang telah disebutkan di atas dapat dicoba untuk membantu Socconians keluar dari situasi silent bullying. Jika ternyata rekan kerja Socconians yang mengalaminya, Socconians dapat membantunya dengan menjadi support system. Dengan begini, lingkungan kerja akan menjadi tempat yang lebih baik!
ReferensiSumber Tulisan
